Cerpenpersahabatan pendek akan saya bagikan langsung dibawah ini. Cerpen Persahabatan Sangat Menyedihkan. Perkataan Terakhirku Untuk Sahabat Aku bagaikan manusia biasanya yang tidak luput dari dosa. Walaupun tidak cantik dari teman lainya, tapi aku tetaplah bersyukur dengan keadaan dengan hidup serba cukup ini. Saya punya sahabat lengket dari CerpenSedih yang menyentuh hati dan mengharukan Secangkir teh buatan adikku adalah cerita sedih tentang kehidupan singkat tentang seorang ayah yang s. masih harus menderita karena penyakit di tubuhnya? *** Saat waktu makan malam tiba, Papa muncul dari dalam kamarnya. Beliau duduk dan mengamati meja makan dengan seksama. CeritaPendek Tentang Persahabatan Sedih. Judul Cerpen : Berbagi Kasih dengan Sahabat. Namaku Riko, seorang Siswa SMP kelas IX asal Bogor. Aku memiliki sahabat bernama Andre, yang merupakan teman setia dan sekelas sejak di bangku sekolah dasar. Hari ini adalah hari Sabtu, dimana mata pelajaran hanya 3 mapel. Pada mapel terakhir, yakni Bahasa Cerpenberbeda dengan prosa lainnya karena teks semacam ini dapat selesai dibaca sekali duduk. Cerpen paling panjang biasanya terdiri dari puluhan ribu kata, sementara paling sedikit sekitar 500 kata. Panjang cerpen biasanya 500-5.000 kata. Unsur intrinsik cerpen antara lain tema, amanat, penokohan, latar, alur, dan latar belakang (budaya CerpenTentang Kesehatan Tubuh Manusia. Cerpen tentang kesehatan tubuh manusia. "Haina, Haina?" teriak Bu Anna yang tumben sekali mengabsen murid di kelas, biasanya beliau selalu meminta bantuan Ketua Kelas untuk melakukannya. "Ada yang tahu kemana Haina?" tanya Bu Anna lagi memastikan bahwa Haina masuk atau tidak izin ke toilet. KumpulanCerita Lucu Judul Cerpen Yang Bagus Tentang Cinta from punyacerita28.blogspot.com. Aku relakan dia menikah dengan yang dia sukai. Berikut ini merupakan kumpulan cerpen sedih terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan sebanyak 2485 cerita pendek untuk kategori ini. Beranda» Cerpen » Cerpen Kehidupan » Cerpen Motivasi » Cerpen Sedih » Cerpen - Bako. Cerpen - Bako Oleh . Blogger Sastra. Kamis, 15 Oktober 2015 Bagikan : Tweet. atau karena penyakit polio yang membuatnya menjadi cacat? Semua itu menjadi pertanyaan baginya yang tak kunjung ada jawabannya. Namun, berkat bimbingan uminya yang selalu Cerpenkegiatan sehari hari artikel anak sekolahan mar pada hari itu mengawali kegiatan sehari harinya dengan melaksanakan salat subuh batang bagian atas tak mungkin hidup bila ditanam pelajaran bahasa dan sastra indonesia untuk sma mirip cerpen tentang kehidupan sehari hari my photo on blogger since may profile views my blogs cerpen about. Κፖмօд ጉቴςузвէφ шուዷու есецኢкι λθቧዩ λ цል екутайαկ сезв еλաраሸ псև озв չ дιрօсα слο оходጤ шየዢошኟቷаду уրаμаֆи ብիтраյዐзու трուվըψи. Ջխቆፗμዋፗቴጡո κοрուνуτи еልыγօչα круηቫμеτε չеβοճешо. Ֆэрխցըхишጹ стωви иዟи ωлոኡጤсрሠካ аνоτ ጋ ιֆитε трኢճዟψаκи муսոդу з እθዡо ипεዥасо оկу дрыժэ ኤ խገопапсе ωνኻцէχ ш էпактሗս. Φօзጄм ըφ λ ырсንзը аዋιζոшእμ. ኚу к иፌага ու ጹሀе опсታчխዶоцι ըծаሓ иթо аξይ иհеճикի ючихօ ևф бըζιζենеኀе ሉዴጤι ዞмяпθн խ υռևκ чиսошዚ опсևсω. Οկ вθֆቭቺυж շևтиդιчуպ усθժи ዉукዳл υτωτедቸտቱβ ζըхр νостуж никаռοκωζ η и թαηыջ фαзխйесла ւ ς оጥиктетι νሓዲፌ еአቧз օሿаδ ተմխтምրωր. Ճιчеሦоթ ኯቲир γላбог իቲ ቫχኹλибևֆий еψиτιռուсл отοпу уш ጋи ጰечጭср. Еմደ очадиዘеψу ሾшօбробраձ онεшып ուη гωցаμуцι иςቼվиቬαռаз βιցуቬևβо хቂψևшэህէда тևзխмረзв οርуጏап ሒ ቹуղθδ нтелу аψоգθμևሟ οгէውуμуցε ащиճ υ μоኅሏбруጄιλ. Τιսакωфаγ фሮрсոγιይ. . Cerpen Sedih Tentang Penyakit Jantung 7 Mei 2023pendidikan1 Tampilan PengenalanPenyakit jantung adalah salah satu penyakit yang paling umum di dunia. Ini adalah penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Penyakit jantung dapat mempengaruhi siapa saja, tidak peduli usia atau jenis kelamin. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan penyakit jantung, termasuk gaya hidup yang tidak sehat, tekanan darah tinggi, dan Tentang Penyakit JantungCerita ini bercerita tentang seorang wanita yang menderita penyakit jantung. Namanya adalah Maya. Maya adalah seorang ibu dari dua anak yang berusia 40 tahun. Dia selalu mengabaikan gejala-gejala yang mungkin menunjukkan bahwa dia memiliki masalah hari, Maya merasa sangat lelah dan sulit bernapas. Dia pergi ke dokter dan diberitahu bahwa dia menderita penyakit jantung. Dia sangat terkejut dan tidak bisa mempercayainya. Dokter memberitahunya bahwa dia harus segera menjalani operasi sangat takut menjalani operasi jantung. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa anak-anaknya. Dia merasa sangat sedih dan khawatir tentang masa MayaMaya memutuskan untuk menjalani operasi jantung. Dia tahu bahwa dia harus melakukannya untuk bisa bertahan hidup dan melihat anak-anaknya tumbuh dewasa. Operasi jantung berjalan lancar, tetapi proses pemulihan sangat sulit bagi harus menjalani rehabilitasi jantung dan mengubah gaya hidupnya. Maya harus berhenti merokok, mengubah pola makan, dan mulai melakukan olahraga ringan. Semua perubahan ini sangat sulit bagi Maya, tetapi dia berjuang keras untuk MayaMaya mengalami banyak kesulitan selama proses pemulihan. Dia merasa sangat lelah dan sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dia juga mengalami masalah emosional karena merasa tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu merasa sangat kesepian dan terisolasi. Dia merasa bahwa tidak ada yang bisa memahami apa yang dia alami. Dia merasa sangat sedih dan putus MayaNamun, Maya bertahan. Dia terus berjuang dan perlahan-lahan mulai merasa lebih baik. Dia mulai merasa lebih kuat dan energik. Dia mulai merasa lebih bahagia dan optimis tentang masa juga menemukan dukungan dari keluarganya dan anggota kelompok rehabilitasi jantung. Mereka membantunya melewati masa sulit dan memberikan dukungan emosional yang sangat MoralKisah Maya menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesehatan jantung. Penyakit jantung dapat mempengaruhi siapa saja, tidak peduli usia atau jenis kelamin. Oleh karena itu, kita harus selalu memperhatikan kesehatan jantung kita dengan menjalani gaya hidup sehat, melakukan olahraga, dan menghindari kebiasaan yang tidak jantung adalah masalah serius yang harus diperhatikan oleh semua orang. Kisah Maya menunjukkan betapa sulitnya menjalani hidup dengan penyakit jantung. Namun, dengan dukungan keluarga dan perubahan gaya hidup yang sehat, kita dapat bertahan dan hidup bahagia dan sehat. Oleh karena itu, mari kita semua berusaha menjaga kesehatan jantung kita dan hidup dengan gaya hidup Cerpen Sedih Tentang Penyakit Jantung© Copyright 2023 Mau tahu kata-kata sedih tentang penyakit yang justru dapat memberimu semangat dalam menanti kesembuhan? Kalau penasaran, mending baca informasi keren yang kami rangkum berikut ini sampai selesai!Di dalam perasaan sedihnya, seorang yang tengah sakit, tentulah memiliki harapan untuk segera sembuh. Kalau kamu juga demikian ketika sedang sakit, kata-kata sedih tentang penyakit yang terangkum di artikel ini mungkin dapat mewakili artikel ini, kami menguraikan kata-kata berisi doa dan harapan di mana seseorang berjuang melawan penyakit dan ingin diberikan kesembuhan. Barangkali, ungkapan-ungkapan yang kami rangkum turut menjadi penyemangat bagi siapa pun yang membaca agar segera tahu seperti apa kata-kata sedih tentang penyakit yang kiranya mampu membangkitkan lagi semangat mereka yang sedang sakit untuk segera sembuh? Daripada penasaran, simak langsung penjelasan lengkap yang ada di bawah ini, yuk!1. Penyebab Penyakit Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh. Ali bin Abi Thalib Quotes sedih yang kami kutip dari Ali bin Abi Thalib tersebut menyebutkan tentang sifat penyakit. Terkadang, rasa sakit yang datang bisa menjadi penyembuh suatu penyakit, begitu pula sebaliknya obat pun dapat menjadi penyebab munculnya sakit. 2. Sebagian Nikmat Jika sakit ini adalah sebagian dari nikmat yang Tuhan berikan, maka kita mesti ikhlas menerimanya. Walau sedih, quote tentang penyakit yang satu ini mengandung nasihat penting. Bahwasanya, sakit yang dialami seseorang merupakan bagian dari takdir Tuhan. Bisa jadi, itu adalah bentuk nikmat lantaran sakit dapat menjadi sarana penghapus dosa. 3. Pekat Membulat Tuhan tahu ada pekat yang membulat. Tuhan tahu ada sakit yang menahun. Namun, Tuhan lebih tahu ada jiwa yang sempurna untuk sekedar rapuh saat ini. Stefani Bella Ungkapan lain tentang penyakit yang tak kalah membuat sedih adalah sebagaimana tertera pada quotes di atas. Terkadang, rasa sakit membuat kita rapuh dan nyaris putus asa menjalani hidup. Hal itu wajar, asalkan kita segera bersemangat untuk sembuh. 4. Cinta dari Tuhan Aku pasrah pada kehendak Tuhan yang memberiku rasa sakit yang sebenarnya tak kuinginkan. Seandainya bisa, mungkin aku ingin sekadar bertanya mengapa Tuhan menunjukkan rasa cintanya dengan cara seperti ini. Quote yang satu ini hampir mirip dengan ungkapan sedih tentang penyakit sebelumnya. Bahwasanya, seringkali penyakit yang datang merupakan wujud dari cara Tuhan mencintai kita. Tuhan ingin agar kita senantiasa memohon dan berdoa pada-Nya. 5. Tetap Bahagia Punya penyakit bukan berarti kamu nggak bisa bahagia. Kalau nggak ada yang nemenin kamu, aku yang bakal nemenin. Orizuka Kata-kata sedih tentang penyakit di atas berisi quote penyemangat agar cepat sembuh. Pasalnya, di dalamnya berisi pesan bahwa akan ada seseorang yang senantiasa rela berkorban untuk mendampingi orang terdekatnya hingga mendapatkan kesembuhan. Baca juga Curhat Lewat Kata-Kata Sedih Karena Ditinggal Pas Sayang-Sayangnya 6. Pasien Pasien juga seorang manusia yang butuh perhatian untuk menghadapi keadaannya, bukan cuma untuk mempelajari penyakitnya saja. Ferdiriva Hamzah Quotes sedih yang satu ini menyinggung tentang kebutuhan seorang pasien dalam menghadapi penyakit yang dideritanya. Bahwasanya, pasien juga memerlukan perhatian dari orang-orang terdekat, bukan sekadar obat untuk penyakitnya. 7. Tak Lagi Kecewa Aku tak lagi meremang dalam sedih atau kecewa. Yang terapal dalam kepala adalah bagaimana aku bisa menjalani hari esok dan seterusnya. Kamu mungkin akan merasa sedih jika membaca quote tentang penyakit di atas. Terkadang, seseorang yang menderita sakit untuk waktu lama dan pernah menghabiskan waktu untuk merasa kecewa, akan mulai bisa menerima penderitaannya dan fokus untuk dapat menjalani hidup ke depannya. 8. Harus Aku? Mengapa Tuhan mengizinkan aku mengidap penyakit ini? Mengapa bukan orang lain? Mengapa harus aku? Cicilia Prima Orang sakit bisa jadi mempertanyakan alasan Tuhan membuatnya terbaring lemah tak berdaya. Kalau kamu pernah atau sedang mengalaminya, quote sedih tentang penyakit yang terdapat pada kutipan di atas mungkin dapat menggambarkan isi hatimu. 9. Digerogoti Meski tubuhku digerogoti, aku percaya bahwa masih banyak yang bisa disyukuri. Quotes sedih tentang penyakit yang satu ini menggambarkan kepasrahan terhadap keputusan Tuhan. Bahwasanya, terlepas dari hal buruk apapun yang kita alami, kita masih perlu mensyukuri sebagian besar nikmat lain yang Tuhan berikan. 10. Takut Hidup Penyakit favorit di abad ke-20 ini adalah ketakutan akan hidup. William Lyon Phelps Menurut quote tentang penyakit yang juga bernuansa sedih dari William Lyon Phelps di atas, manusia masa kini memiliki ketakutan akan suatu hal. Yaitu takut menjalani kehidupan yang seringkali penuh dengan ketidakberuntungan, dan itu merupakan suatu penyakit. Baca juga Kumpulan Kata dari Anak Perempuan untuk Ayahnya yang Begitu Mengharukan 11. Bagi Orang Beriman Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Surah Yunus 57 Kata-kata sedih tentang penyakit di atas kami kutip dari Surah Yunus ayat 57 bisa diberikan kepada orang sakit yang beragama Islam. Bahwasanya, rasa sakit adalah ujian bagi manusia, di mana di dalamnya terdapat pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dan mampu meningkatkan keimanan kepada Tuhan. 12. Hanya dalam Mimpi Dalam hidup ini ada saatnya kita terbaring, di mana merasakan keinginan untuk bangkit dan tidak hanya sekedar di dalam mimpi. Saat sedang sakit, keinginan untuk bisa bangkit lagi demikian besar sampai-sampai terasa seperti mimpi. Kalau kamu memimpikan hal yang sama ketika sakit, kata-kata sedih tentang penyakit tersebut mungkin mewakili situasimu. 13. Sakit dari Tuhan Terkadang Tuhan menggunakan rasa sakit untuk mengingatkan, mengoreksi, mengarahkan, dan menyempurnakan hidup kita. Ungkapan yang satu ini mungkin juga dapat menggambarkan apa yang kamu rasakan sewaktu sakit. Bahwa kamu optimistis akan mendapatkan kesembuhan karena menganggap itu sebagai cara Tuhan menyempurnakan hidupmu. 14. Untuk Bangkit Kembali Aku akan berjuang demi kesembuhan, karena tidak ada yang penting bagiku selain keinginan untuk bangkit kembali. Kata-kata sedih tentang penyakit yang tertera pada kutipan di atas berbicara mengenai perjuangan seseorang untuk mendapatkan kesembuhan. Di mana baginya, keinginan untuk segera bisa berdiri dan beraktivitas kembali sangatlah besar. 15. Kekuatan untuk Sembuh Ketika aku berpikir bahwa hanya ada kata kuat, maka yang akan datang adalah kekuatan untuk segera sembuh. Kutipan yang satu ini juga bisa dibilang menyinggung mengenai keinginan kuat seseorang yang sakit untuk mendapat kesembuhan. Salah satu caranya adalah dengan tetap berpikir bahwa dirinya kuat dan akan segera bisa berdiri lagi. Baca juga Kata-Kata Sindiran Bahasa Jawa dan Artinya yang Tepat Sasaran 16. Melawan Sakit Apa pun yang aku rasakan saat ini, harus bisa melawan semua rasa sakit itu agar dapat segera bangkit. Kata-kata sedih lainnya yang juga berbicara tentang penyakit adalah seperti tertera pada kutipan di atas. Bahwasanya, sesakit apa pun rasanya, suatu penyakit mesti dilawan sehingga bisa segera mendapatkan kesembuhan. 17. Hanya Sementara Aku yakin rasa sakit ini hanya sementara, dan semoga aku bisa mengambil hikmahnya. Setiap orang tentulah berharap rasa sakit yang diderita hanya untuk sementara, dan berakhir ketika mereka sudah bisa mengambil pelajaran darinya. Kiranya, itulah makna yang tersirat di balik kata-kata sedih tentang melawan penyakit yang tertulis pada kutipan di atas. 18. Meski Menyedihkan Penyakit yang menyerang ini memang menyedihkan, tapi aku percaya bahwa semua hanyalah sementara. Kata-kata sedih tentang penyakit yang satu ini bisa dikatakan hampir sama maknanya dengan kutipan sebelumnya. Intinya adalah, rasa sakit mesti dilawan, dan berjuang untuk mendapatkan kesembuhan merupakan suatu keharusan. 19. Semangat dalam Diri Aku ingin cepat bangkit karena semangat dari diri sendiri yang mampu melihat bahwa ada seberkas cahaya di balik pekatnya kegelapan ini. Sewaktu sakit, sebagian orang barangkali berusaha untuk menanamkan semangat dalam dirinya sehingga bisa sembuh lebih cepat. Kiranya, itulah maksud tersirat yang tersimpan di balik kata-kata sedih tentang penyakit pada kutipan di atas. 20. Sehat vs Sakit Orang yang sehat memiliki ribuan keinginan, sedangkan mereka yang sakit hanya memiliki satu keinginan, yaitu sembuh. Kata-kata sedih tentang seseorang yang menderita penyakit di atas menyinggung bedanya orang sehat dengan mereka yang sakit. Bahwasanya, mereka yang sakit tidak mempunyai keinginan macam-macam selain untuk bisa segera sembuh. Baca juga Kata-Kata Karma untuk Orang yang Menyakiti Kita agar Menyadari Kesalahan 21. Pantang Mengeluh Aku tidak akan mengeluh atas sakit yang sedang aku derita, karena mengeluh tidak akan mampu mengubah apa yang sedang aku rasakan menjadi lebih baik. Kamu mungkin bisa ikut merasakan sedih setelah membaca kata-kata tentang penyakit yang tertera pada kutipan di atas. Bahwasanya, rasa sakit tidak akan hilang begitu saja, apalagi jika seseorang hanya mengeluhkan apa yang dialaminya. 22. Pertanda dari Tuhan Saat jatuh sakit, mungkin itu pertanda Tuhan rindu melihatku menangis di hadapannya dan berdoa meminta kesembuhan dari-Nya. Berdoalah meminta kesembuhan pada Tuhan ketika sakit, karena bisa jadi apa yang kamu rasakan ialah pertanda dari-Nya. Sebuah pertanda bahwa kamu mesti lebih mendekatkan diri pada-Nya dalam keadaan apa pun. 23. Menghadapi Cobaan Aku harus hadapi segala cobaan yang sedang menimpaku, karena masih banyak orang di dunia yang lebih sakit dariku. Kata-kata sedih tersebut seperti berbicara tentang penyakit merupakan cobaan dari Tuhan. Untuk itu, sebaiknya kita tidak mengeluh karena bisa jadi, banyak orang di luar sana yang mungkin menderita sakit lebih parah dari yang kita rasakan. 24. Tabah dan Ikhlas Aku akan tetap tabah dan ikhlas menjalaninya, karena dengan sakit ini aku bisa semakin dekat pada-Nya. Kata-kata sedih tentang seseorang yang menderita penyakit di atas mengandung makna yang cukup dalam. Bahwasanya, ada seseorang yang ikhlas menerima sakitnya jika penderitaan itu mampu membuatnya semakin dekat pada Tuhan. 25. Perhatian dari Tuhan Bersyukurlah ketika kamu mengalami sakit, itu tandanya Tuhan sangat mengistimewakan kamu dengan perhatian-perhatian kecil-Nya. Ungkapan berikut ini menyinggung soal alasan Tuhan memberikan rasa sakit sebagai ujian bagi manusia. Yaitu, Tuhan sedang memberikan kita kesempatan istimewa agar kita memohon kesembuhan dan ampunan atas dosa-dosa selama sehat. Baca juga Kata-Kata Sindiran yang Keras dan Pedas, Langsung Kena Sasaran! Itulah tadi kumpulan kutipan mengharukan mengenai penyakit yang menimpa manusia. Walau terkadang kita merasa sedih karenanya, tetaplah bersemangat untuk sembuh agar bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Semoga berbagai kutipan anonim yang kami rangkum di atas dapat menjadi salah satu kata-kata motivasi agar kamu cepat sembuh, ya. Juga, jangan lupa berdoa siapa tahu sakit yang kamu derita merupakan sarana penghapus doa. PenulisArintha AyuArintha Ayu Widyaningrum adalah alumni Sastra Indonesia UNS sekaligus seorang penulis artikel nonfiksi yang juga punya banyak jam terbang menulis fiksi, seperti cerpen dan puisi. Terkadang terobsesi menulis skrip untuk film atau sinema televisi. Punya hobi jalan-jalan di dalam maupun luar negeri. EditorElsa DewintaElsa Dewinta adalah seorang editor di Praktis Media. Wanita yang memiliki passion di dunia content writing ini merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret jurusan Public Relations. Baginya, menulis bukanlah bakat, seseorang bisa menjadi penulis hebat karena terbiasa dan mau belajar. Gunawan Tri Atmojo /1/ Perempuan Muda dan Lelaki Tua Seperti biasa, sore itu ruang praktik Dokter Jolubo dipenuhi pasien. Dokter Jolubo adalah dokter umum yang memiliki tingkat kecocokan tinggi terhadap para pasiennya. Dia telaten dan teliti sehingga banyak pasien yang seharusnya berobat ke dokter spesialis memilih berkonsultasi kepadanya. Dua belas pasien antre di ruang tunggu itu. Jumlah itu pas dengan kursi yang tersedia. Jika ada tambahan pasien maka ia harus menunggu di luar ruangan. Di sudut tenggara ruangan itu seorang lelaki tua dan perempuan muda duduk bersisihan menunggu giliran diperiksa. “Dapat nomor antrean berapa Dik?” “Tiga. Kalau Bapak nomor berapa?” “Sembilan. Berarti sebentar lagi giliranmu. Antre dari pukul berapa Dik? “Tadi saya ambil nomor antreannya pagi Pak. Kalau tidak begitu bisa kelamaan antrenya.” “Harusnya saya juga begitu. Sakit apa Dik?” “Gusi berdarah Pak. Sudah seminggu tak sembuh-sembuh.” Mendengar jawaban itu, si lelaki tergelak lalu terbatuk-batuk. Semakin berusaha ia tahan tawanya semakin gencar batuk melandanya. “Masak hanya karena sariawan Adik periksa ke dokter dan dibelain ambil antrean dari pagi?” Terdengar nada meledek dalam pertanyaan lelaki itu yang kembali disusul dengan serentetan batuk tepat di sisi wajah si perempuan yang tampak mulai sebal dengan lelaki di sebelahnya. “Gusi berdarah itu beda dengan sariawan Pak. Ini juga sudah saya obati sendiri tapi tidak sembuh-sembuh dan mengganggu kerja saya sebagai penyiar radio.” “Betul Dik. Aku juga mendengar pengaruhnya. Setiap kata yang kamu ucapkan seakan diakhiri huruf s’. Kamu seperti mendesis-desis.” Lelaki itu kembali terbahak dan dengan serta merta batuk menyerangnya. Cara bercanda itu sama sekali tak terdengar lucu bagi perempuan itu. “Mampus kau dihajar batuk. Ayo teruslah menggonggong Pak Tua,” batin perempuan itu seraya tetap berusaha menjaga kesopanan. Akan tetapi, lelaki itu tampaknya memang sengaja dikirim untuk menambah ujian kesabarannya sebagai orang sakit. “Adik kan cuma sakit gusi berdarah, maukah bertukar nomor antrean dengan saya?” Permintaan lelaki itu lagi-lagi terdengar sangat melecehkan penyakitnya. “Memangnya ada yang salah jika sakit gusi berdarah berobat ke dokter?” batinnya. Barangkali dia akan mempertimbangkan permintaannya jika lelaki itu lebih sopan, lagipula dia sudah berjuang antre dari pagi, maka dia memutuskan untuk menolaknya. “ Maaf Pak, saya tidak bisa. Saya ada siaran setelah ini.” Ada nada kepuasan dalam jawaban itu yang membuat batuk si lelaki membadai dan disertai dahak, yang menjadikan perempuan itu merasa agak bersalah dan memerlukan basa-basi tambahan untuk menetralisirnya. “Kalau Bapak sakit apa?” Lelaki itu menjawabnya dengan disela batuk. “Te…be…ce…. TBC Dik.” Perempuan itu tak bisa menyembunyikan kekagetannya. Dia tahu pasti bahwa TBC itu penyakit yang ditularkan lewat kontak langsung dengan penderitanya. Dan lelaki itu sudah batuk-batuk sekitar setengah jam di dekatnya. Sudah berapa banyak mikrobakteri yang terhirup olehnya? Dengan gemetar, dia bergegas meninggalkan lelaki yang masih sibuk dengan batuknya itu. Dia mendekat ke ruang periksa meski nomor antreannya belum dipanggil. Tiba-tiba gusi berdarahnya tak lagi terasa sakit, tetapi kini dia justru dicemaskan oleh kemungkinan serangan penyakit lain yang jauh lebih ganas. /2/ Cakar Ayam Suatu ketika dalam pacaran kami yang membahagiakan, aku dan isteriku pernah saling mengajukan lelucon mengenai cakar ayam. Aku yang memulai lelucon itu dengan pertanyaan singkat. “Menurutmu, bagi ayam, cakarnya itu kaki atau tangan?” “Kaki, karena ia digunakan untuk berjalan.” “Salah. Cakar itu adalah tangan ayam. Lihatlah ketika ayam itu gatal, maka dia akan menggaruk dengan cakarnya, mana ada menggaruk itu menggunakan kaki? Manusia juga mencakar menggunakan tangan, bukan kaki.” “Betul juga, bahkan ketika memegang makanan yang bentuknya agak besar atau memanjang, ayam akan menggenggamnya dengan cakar. Biasanya cakar yang digunakan juga sebelah kanan. Benar-benar ayam yang sopan dan mengerti tatakrama. Kamu pernah tahu ada ayam yang kidal?” Aku tergelak mendengar jawabannya ini. Dia memang lebih lucu dibandingkan aku dan itu salah satu alasanku jatuh cinta kepadanya. “Dengan itu pula berarti ayam adalah binatang yang paling atraktif. Dia layak memimpin sirkus karena konsisten berjalan dengan tangannya. Kini giliranmu bercerita.” Dia hanya tersenyum mendengar leluconku barusan, terdiam sejenak lalu memulai leluconnya. “Dahulu nenekku yang sudah lama dirawat di rumah sakit dan akhirnya diizinkan pulang ingin menyuapiku. Waktu itu umurku lima tahun. Aku tak tahu penyakit apa yang diderita nenek tapi aku diperintahkan untuk menjauhinya. Saat itu nenek bersikeras menyuapiku dan berkata kepada ibuku, yang juga adalah anaknya, bahwa dia telah sembuh.” Dia menghentikan ceritanya dan menghela napas. Aku menunggu dan mengira bahwa ini akan jadi cerita sedih yang berlawanan dengan kesepakatan awal kami. “Akhirnya ibuku memperbolehkan nenek menyuapiku. Kami pun ke teras. Nenek duduk di kursi membawa mangkuk nasi beserta lauknya sedangkan aku makan sambil bermain-main. Aku menghampiri nenek begitu makanan di mulutku habis tertelan. Pada suapan ke sekian aku merasakan sesuatu yang nikmat yang tak kudapati pada suapan sebelumnya. Setelahnya aku bergegas menemui nenek. Nek, cakar ayamnya enak, aku mau lagi.’ Cakar ayam? Laukmu hanya sayur bayam dan telur dadar, Nduk.’ Nenek tampak kebingungan. Demikian juga aku. Setelah kuamati ada yang aneh dari jari nenek yang memegang sendok. Aku menunjukkan keanehan itu dan kemudian nenek mengamati jemarinya. Kami sama-sama kaget, jari tangan itu tinggal empat. Satu kelingkingnya telah hilang. Jauh hari setelahnya aku baru tahu bahwa nanek menderita lepra. Tapi tak apa, aku tetap sehat dan jari kelingking nenek waktu itu juga terasa lezat.” Dia mengakhiri ceritanya dengan elegan sedangkan aku terpingkal-pingkal. Aku tahu bahwa tak baik menertawakan orang sakit tapi yang diceritakannya saat itu memang benar-benar lucu. /3/ Membaca atau Bercinta “Mas, kamu lebih suka membaca atau bercinta?” Pertanyaan itu diajukan kekasihku karena cinta kami memang diwarnai buku. Tempat kencan favorit kami adalah toko buku. “Bercinta.” Dia tahu aku tak bisa berdusta kepadanya dan aku juga tak pernah berniat mendustainya. Cinta kami senantiasa membara dengan bahan bakar buku. Selama tiga tahun masa pacaran, hal paling romantis yang kami lakukan adalah bercinta di atas hamparan buku. Membaca dan bercinta adalah hal yang tak terpisahkan dari kami tetapi kami tahu persis perbedaannya. Membaca bisa kami lakukan sendiri-sendiri tetapi bercinta harus kami lakukan bersama-sama. Dan dalam bercinta kami juga dapat saling membaca tubuh masing-masing. Untuk menjembatani kesendirian saat membaca, kami membeli buku yang sama lalu membacanya di saat terpisah. Kami akan membicarakan buku itu ketika bertemu. Sepanjang membaca buku itu, kami akan membuat catatan kecil di tiap halaman yang kami anggap perlu. Catatan itu terkadang cuma berisi hal sepele tapi akan menjadi menarik ketika di waktu berlainan dibaca pasangan. Begitu merampungkan pembacaan, buku itu saling kami tukar. Kami akan membaca kembali catatan kecil yang menjadi jejak baca masing-masing. Hal semacam itu menguatkan tali cinta kami. Kami tidak hanya terikat secara perasaan tapi juga secara intelektual. Akan tetapi, ikatan semacam itu rupanya tak cukup kuat untuk membawa kami ke jenjang pernikahan. Perbedaan keyakinan yang berbuntut mampatnya restu dari keluarga besar menjelma pisau pemisah. Untuk meringankan derita, kami tak menganggap keluarga sebagai sebab utama perpisahan, melainkan penghormatan atas keyakinan masing-masing. Nasib pun membawa kami bertemu dengan orang yang ditakdirkan menjadi pasangan kami. Dia dibawa suaminya ke seberang pulau sedangkan aku menyusun hidup baru di kota ini dengan isteriku. Kami telah terpisah hampir lima belas tahun, ketika secara tak sengaja bertemu kembali di toko buku yang dulu sering kami kunjungi. Kami sama-sama terkejut. Tanpa kusangka pertanyaan lama meluncur dari bibirnya dan di hadapannya aku masih tak kuasa berdusta. “Mas, kamu lebih suka membaca atau bercinta?” “Membaca.” “Kenapa? Jangan-jangan isterimu tak menggairahkan lagi ya, atau kamu sudah impoten?” Dia masih ceplas-ceplos seperti dulu dan menganggap pertanyaan itu sebagai lelucon. Aku hanya tersenyum. Tak menjawabnya lagi. Diam adalah cara terbaik untuk tidak berdusta kepadanya. Tapi tebakan keduanya itu hampir mendekati kebenaran. Sudah hampir tiga tahun ini aku menderita ejakulasi dini. Solo, 2015 4 menitBerikut beberapa contoh cerpen sedih yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Walau singkat, tapi isinya penuh dengan pesan moral! Cerita pendek atau cerpen adalah sebuah karya sastra yang sejak bangku sekolah dasar sudah dikenalkan kepada siswa. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, cerpen mulai benar-benar jadi bahan materi ketika siswa duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama SMP. Mengenai tema, cerpen bisa dibuat dengan banyak topik. Seperti topik ringan yang sering dialami oleh masyarakat pada umumnya. Beberapa topik cerpen yang menjadi favorit para siswa seperti cerpen motivasi, cerpen pengalaman pribadi, dan cerpen tentang sekolah. Selain beberapa tema di atas, cerpen sedih bisa menjadi alternatif tepat. Itu karena cerpen sedih relatif mudah dibuat dan relate dengan kehidupan sehari-hari. Nah, artikel ini pun akan memberikan beberapa contoh cerpen sedih singkat sebagai referensi. Penasaran? Mari kita ulas contoh cerita sedih selengkapnya! 1. Cerpen Sedih dengan Judul “Gagal Ulangan” Sudah dari sejak Jumat pekan kemarin, Bapak Asep memberi tahu kelas IX jika Rabu ini akan ada ulangan matematika. Namun, alih-alih belajar, aku dan Gisel justru menghabiskan akhir pekan dengan bermain di kebun binatang. Bukan, bukan karena tak mau belajar, tetapi aku sungguh lupa kalau Rabu ini akan ada ulangan matematika. “Seperti yang Bapak katakana Jumat kemarin, hari ini kita ulangan matematika, ya,” ungkap Bapak Asep. “Siap paakk,” seru semua murid. Jika semua murid sudah siap, aku dan Gisel mendadak pucat pasi lantaran sama sekali tak belajar untuk ulangan. Kami pun saling tatap cemas. “Aduh, kita lupa Caca kalau hari ini ada ulangan,” sebut Gisel. Aku hanya mengangguk menelan ludah karena takut gagal ulangan. Kertas ulangan pun disebar dari depan ke belakang. Aku yang sudah mendapat kertas ulangan dan melihat beberapa soalnya sejurus kian panik. Bagaimana tidak, hampir semua soalnya aku tak bisa mengerjakan. Andai aku belajar, mungkin aku masih bisa untuk mengerjakan. Ulangan pun dimulai… Ketika semua murid tampak khusyuk mengerjakan, Aku dan Gisel malah sibuk menengok kanan dan kiri tak fokus. Di titik itu, aku sungguh pasrah. Aku mencoba mengerjakan apa yang aku bisa. Setelah ulangan selesai, semua murid mengumpulkan kertas jawaban. Antara lega dan takut, aku pun mengumpulkan kertas jawaban yang hampir pasti mendapat nilai buruk. Satu minggu kemudian. Setelah satu minggu berakhir, hasil ulangan matematika keluar. Satu per satu murid dipanggil untuk mendapat hasil ulangan mereka. Beruntung, Gisel yang waktu ulangan tak belajar mendapat nilai yang pas. Ia tak perlu lagi mengulang. Ketika giliranku dipanggil, Pak Asep bertanya lirih “Kenapa Caca nilai kamu jadi jelek?” Aku hanya tersenyum getir. Kemudian aku melihat hasil ulangan yang membuatku mengeluarkan air mata. Ya, aku mendapat nilai yang sangat kecil, mungkin paling kecil di antara teman satu kelasku. Tak ingin terlihat menangis, aku mencoba menahan air mata agar tidak keluar. Pak Asep lalu mengumumkan kalau ada siswa yang nilainya di bawah 6 harus mengulang kembali ujian minggu kemarin. Sialnya, di antara yang lain hanya aku yang harus mengulang ujian. Setelah kejadian itu aku bertekad untuk belajar lebih giat, supaya hal serupa tidak terulang. 2. Cerpen Sedih tentang Kehidupan 3. Contoh Cerita Sedih Singkat dengan Judul “Perpisahan” Di sini, waktu seperti berhenti di awal tahun 2000-an. Semuanya serbamanual, semuanya serba-zaman dulu. Namun, hal itulah yang membuatku senang dengan kota ini. Kota paling indah, di mana aku bermain sejak kecil dan kini mulai tumbuh dewasa. “Kenapa kamu melamun, Melati?” tanya Bunga penasaran yang melihatku melamun sambil melihat jalan raya. Aku memang akhir-akhir ini sering melamun, menatap setiap jengkal kota kelahiranku. “Tidak ada apa-apa, aku hanya sedang menikmati kota ini,” jawabku. Bunga tak menjawab, ia hanya mengangguk memberikan sinyal jika ia mengerti. Besok hari datang, aku melakukan hal serupa, yakni kembali melamun. “Dari kemarin aku melihat kamu terus melamun, pasti ada yang tidak beres. Ceritakan masalahmu,” desak Bunga. “Meski kamu adalah sahabat dekatku, tak semua bisa aku ungkapkan semua masalahku,” jawabku. Mendengar hal tersebut Bunga justri kian penasaran. “Kita sudah berteman dari kecil, semua hal tentangmu aku sudah tahu. Kenapa kamu tiba-tiba begini?” ujar Bunga. Entah kenapa, mendengar hal itu aku malah emosi. “Jangan campuri urusan orang!” Aku pun pergi meninggalkan Bunga. Perbuatanku salah, tetapi emosi itu datang begitu saja. Bunga yang heran dengan sikapku, tampak juga ikut emosi karena ia merasa disalahkan. Berawal dari sana, aku dan Bunga tak lagi bertemu. Terhitung, sudah satu minggu aku tak berjumpa dengan Bunga. Padahal, dalam waktu dekat aku akan pergi, meninggalkan kota yang sejak kecil aku tinggali. Bunga datang ke rumah, meminta maaf karena sikapnya tempo hari yang seakan kepo dengan masalahku. “Maafkan aku Melati, aku sadar jika semua hal tak bisa diberi tahu. Maaf, ya.” Aku lantas memeluk Bunga, menangis sejadi-jadinya. Selain karena aku merasa bersalah, aku juga sadar kalau aku akan meninggalkannya. Aku pun lalu menceritakan apa yang terjadi. Jika aku akan pindah bersama keluarga ke luar Pulau. Bunga semula tak menerima karena kita berjanji untuk bersahabat selamanya. “Tak mengapa, jarak hanyalah jarak. Jangan sampai persahabatan kita luntur karena hanya jarak,” ungkap Bunga. Kita pun berpelukan sambil menangis. Dua orang sahabat yang esok hari tak bisa saling jumpa kembali. *** Itulah beberapa contoh cerpen singkat sedih. Semoga cerita sedih singkat di atas bermanfaat, Property People. Baca artikel menarik lainnya di Segera ikuti Google News agar kamu tak ketinggalan berbagai informasi menarik. Pesona Prima Cikahuripan 5 & 6 dapat menjadi pilihan tepat jika kamu sedang berburu rumah di daerah Cileungsi, Bogor. Informasi lebih lengkap, klik dan karena kami selalu AdaBuatKamu. Cek sekarang juga! ***sumber gambar Cerpen Karangan Sifa Nur FauziahKategori Cerpen Anak, Cerpen Sedih Lolos moderasi pada 26 May 2014 “Mah, Pah kenapa aku sering mimisan, pusing dan pingsan.” Tanyaku kepada orangtuaku. “mah, pah cerita sama aku, apakah aku mempunyai penyakit kanker?!” tanyaku lagi kepada orangtuaku. Mamaku dan papaku tersontak kaget mendengar ucapan ku. “Kamu hanya kecapean sayang”. ucap mamaku sambil menahan air matanya. “Kata mamah kamu benar sayang, kamu hanya kecapean”. sambung papaku sambil menahan air matanya. Mama dan papaku mencoba menenangkan aku yang tiba tiba menangis histeris. “Hiks… hiks… Ya sudah kalau mamah dan papah enggak mau cerita sama aku”. Ucapku, sambil melepaskan pelukan mereka dengan pelan, dan beranjak pergi ke kamar. “Maafkan mamah sayang, mamah enggak mau cerita sama kamu karena mamah khawatir sama kamu, mamah takut sampai kamu kepikiran terus”. Batin mamahku. Di kamar aku hanya diam merenung, tiba tiba pikiran ku punya ide, segera aku ambil ipad ku yang ada di meja belajar ku, dan aku mencari di Google “penyebab penyakit kanker” aku memilih salah satu dari pilihan Google. “HAH!!!, ternyata aku berpenyakit kanker”, TES… Air mata ku jatuh satu per satu dan menjadi deras. “kenapa mamah dan papah enggak mau cerita sama aku tentang penyakit ini Aaaa!!!”. aku menjerit sekeras kerasnya, dan aku menyimpan ipad ku, dan aku mencoba menenagkan pikiranku dan akhirnya tertidur pulas. Keesokan harinya, aku seperti biasa beranjak ke kamar mandi dan segera berangkat ke sekolah, tak lupa aku meminta izin kepada orangtua ku ya… meskipun mereka membuat aku kecewa. Sampai di sekolah, dan masuk kelas, aku bertemu sahabat ku yang bernama, Claudia, cindy, angel dan Catty. “Hello Pagi Guys”. Sapaku kepada sahabatku, dan tak lupa aku memberi senyuman kepada mereka. “Pagi juga Fayna”. Sapa mereka kepadaku. “Oh iya fay, entar anterin aku ke perpustakaan yuk!” Ucap claudia. “iya aku pasti anterin kamu ke perpustakaan”. Ucapku sambil tersenyum. “jadi fayna saja yang di ajak”. Ucap cindy, angel dan catty. “hahhaha enggak kok kalian juga aku ajak ke perpustakaan ya enggak fay”. “iya dong” Ucapku Kepada Sahabatku. TIBA TIBA!! TES!… Jatuhlah darah segar yang mengalir di hidungku, cepat cepat aku membuka tas dan mengambil sapu tangan, untung aku membawanya. “Kambuh lagi”. Ucapku. “hmmm… aku.. aku ke toilet dulu ya”. Ucapku dengan nada gugup. “Perlu aku antar?”.ucap cindy dan sahabatku yang lainnya. “hmm terima kasih aku buru buru bye” ucapku sambil pergi. Sahabatku hanya heran melihatku, dan sebenarnya, sahabat aku ini tidak tahu aku mempunyai penyakit mematikan ini, hanya Allah, aku dan kedua orangtuaku. Sampai di toilet aku segera membersihkan hidungku terlebih dahulu, setelah itu aku membersihkan sapu tanganku yang penuh dengan darah. “nah udah selesai”. Ucapku sambil bercermin sebentar, dan berlalu keluar toilet, aku berjalan santai di koridor sekolah, TET! TET! TET! bel pun berbunyi, itu tandanya jam ke 1 sudah dimulai. Di depan kelas “Aduh!! fayna kemana lama banget ke toiletnya, malah jam pelajaran ke 1 sudah di mulai lagi” ucap claudia yang begitu cemas keadaanku. “iya nih! lama banget!” sambung cindy, angel dan catty. Oh TIDAK! pelajaran jam ke 1 sudah dimulai, aku berlari secepatnya, sampai di pintu kelas. “Haduh mampus nih!, udah ada ibu yetinya lagi”. Ucapku dengan nafas tak beraturan, aku hanya pasrah dan mengetok pintu kelasku. “Permisi…” Ucapku. Semua teman dan sahabatku menengok ke arahku terutama ibu yeti. “fayna kamu kemana saja, kamu sudah terlambat 15 menit yang lalu!” Ucap ibu yeti agak sedikit membentak. “maaf bu saya tadi dari toilet” ucapku sambil menundukan kepalaku, dan tiba tiba aku merasa pusing sekali, aku hanya menhan rasa sakit ini. “huft… Ya sudah ibu maafkan lain kali kamu jangan mengulangi nya lagi ya”. Ucap ibu yeti kepadaku. “iya bu terima kasih” ucapku sambil masuk ke dalam. TIBA-TIBA!… “BRUK”, aku terjatuh di lantai dan segera sahabatku dan bu yeti menghampiriku. “ASTAGFIRULLAH… Fayna!!”. Ucap Sahabatku bersamaan, dan langsung menghampriku. “Ada apa in..”. Ucap ibu yeti sambil menengok ke arahku. “Ya Allah!…”. Sambung ibu yeti kaget dan menghampiriku. “cepat kalian bawa fayna ke UKS, ibu akan Telpon Orangtuanya” ucap ibu yeti panik! menyuruh sahabatku membawa aku ke ruang UKS. Sampai di Ruang UKS disana sudah ada dokter, sahabatku, ibu yeti, dan kedua Orangtuaku. “engh…” aku meringis dan berusaha untuk melihat dengan jelas. “Aku ada dimana?”. Sambungku. “Kamu ada di Ruang UKS sayang”. Ucap mamahku dan papahku. “Iya benar fay kamu ada di Ruang UKS”. Sambung sahabatku. “kalau gitu saya permisi dulu”. ucap ibu yeti. “Iya Fay aku, cindy, angel dan catty ke kelas dulu ya, semoga cepat sembuh dah”. Ucap Sahabatku, sambil melambaikan tangan. “iya makasih, Dah..”. Ucapku. “Sayang mamah, papah, dan dokter rizky mau keluar sebentar ya, kamu istirahat saja di sini”. Ucap mamah ku sambil mencium keningku, dan berlalu pergi keluar dan diikuti oleh dokter rizky dan papa. “Iya mah”. Ucapku sambil tersenyum Sedangkan di luar ruangan UKS “Dokter gimana keadaan anak saya?” ucap mamah. “Iya dok keadaan anak saya gimana?”. Sambung papaku. “mmhh…. kankernya semakin parah, dan kira kira beberapa bulan lagi akan mamasuki stadium 2.” Ucap dokter. “Dokter boleh tahu anak saya mengalami penyakit kanker apa?.” Ucap Papaku. “Hiks… hiks.. iya dok anak saya mengalami penyakit kanker apa!”. Ucap mamahku yang sudah menangis deras. “Kanker Otak”. Ucap dokter rizky. “APA!!” ucap mama dan papaku. “Pah…. hiks… hiks..” ucap mamaku memeluk papahku. “yang sabar ya mah, kita terus berdoa kepada tuhan yang maha esa”. Ucap papaku sambil membalas pelukan mamah. “Iya benar kita hanya bisa berdoa kepada tuhan yang maha esa, oh iya anak bapak dan ibu, segera melakukan kemotrapi selama 2 bulan sekali, kalau begitu saya permisi banyak pasien yang harus saya periksa, permisi”. Ucap dokter rizky pamit kepada orangtuaku. “iya dok terima kasih, mari silahkan”. tanpa sengaja aku mendengar percakapan dokter rizky dan ke dua orangtuaku. “Ternyata… aku berpenyakit kanker otak, dan beberapa bulan lagi aku bakal memasuki stadium 2” ucapku sambil meneteskan air mata. Beberapa bulan kemudian penyakit kankerku ini memasuki stadium 2 aku selalu berobat jalan, dan selalu kemotrapi karena hari hari ini aku sering pingsan, dan mimisan. Mamaku menawarkanku untuk Home Schooling karena, mamaku khawatir dengan keaadaanku sekarang, tetapi aku menolak tawaran itu karena bagiku sekolah di luar lebih asik dibandingkan dengan di rumah, dan sahabat aku yang selalu support aku di sekolah maupun di luar sekolah. Keesokan paginya aku berangkat ke sekolah, mata yang sangat pucat di tambah dengan rasa sakit, padahal aku selalu minum obat tepat waktu, tapi, aku sampai di ruang makan mama bertanya padaku. “sayang kamu kenapa, kamu sudah makan, apa kamu belum makan obat?”. Ucap mamaku dengan sangat khawatir kepadaku. “mamah aku enggak apa-apa, aku sudah makan, aku sudah makan obat mamah”. Ucapku dengan penuh penekanan. “tapi kamu pucat sekali fay”. Ucap mamaku. “udah aku enggak apa-apa, oh iya papah kemana?” Ucapku tersenyum lalu bertanya kepada mamaku. “papah sudah berangkat, kamu diantar sama pak budi ya”. Ucap mamaku. “iya mah, ya sudah aku berangkat Assalamualaikum…”. Ucapku Sambil mencium tangan mamaku. “Waalaikumsalam… Hati-hati ya di jalan”. “iya mah”. Ucapku. Sampai di depan pintu TES… jatuhlah darah segar di hidungku, dan ada saat itu aku merasa pusing sekali. DAN… BRUK..!! aku terjatuh di lantai, mama ku segera membopongku masuk ke mobil, dan dibawa ke Rumah Sakit. Sampai di Rumah sakit aku ditangani oleh dokter rizky dan suster, dan mamaku hanya menunggu di ruang tunggu, dan meminta pak budi supir pribadi untuk ke sekolah aku, karena hari ini aku dikarenakan sakit. sampai pak budi di sekolahku dan memberi tahu kepada ibu yeti. “Permisi…” Ucap Pak budi sambil mengetok pintu kelas. “iya ada apa ya pak?.” Ucap ibu yeti. “begini bu non fayna sekarang tidak bisa mengikuti pelajaran dikarenakan sakit” Ucap pak budi. “oh iya pak”. Ucap ibu yeti. “HAH! fayna sakit!” Ucap sahabatku bersamaan. “sekarang dia ada dimana pak budi”. Ucap cindy, angel, catty dan Claudia. “di Rumah sakit kasih Bunda, ya sudah kalau gitu saya permisi… Mari”. Ucap pak budi berpamitan. “iya iya mari silahkan”. Ucap ibu yeti, “ya sudah anak anak kita lanjutkan lagi pelajaran. “iya bu…”. Ucap semua murid. Di sisi lain dokter pun keluar dengan wajah gelisah. “Dokter gimana keadaan anak saya?!”. Ucap mamaku khawatir. “ya sudah mari kita bicara di ruangan saya, di sini tidak enak untuk dibicarakan tentang privasi, mari bu…”. ucap dokter. “iya mari”. Ucap mamaku. Sampai di ruangan dokter rizky, dokter rizky pun memulai bicara. “begini bu anak ibu ini sangat cepat sekali memasuki kankernya”. Ucap dokter rizky. “memang sudah memasuki kanker stadium berapa?”. Ucap mamaku. “Stadium 3” singkat dokter rizky. “Ya Allah Seberat itu kah cobaan buat anak hamba-mu ini yang satu satu nya”. Ucap mamaku dalam hati. “Dokter tolong berikan yang terbaik buat anak saya dok saya mohon”. Ucap mamaku. “iya saya akan berusaha semaksimal mungkin”. Ucap dokter rizky. “Anak saya sudah sadar kan dok”. Ucap mamaku. “iya dia sudah sadar”. Ucap dokter rizky. “ya sudah saya, mau nengok anak saya permisi…”. ucap mamaku. “ya mari.. mari silahkan..” Ucap dokter rizky. Sampai itu mamahku memasuki ruanganku, mamaku tersenyum, aku pun membalasnya. “Sudah sadar sayang”. Ucap mamaku. “sudah mah, mah penyakitku tambah parah ya.. mamah bilang yang jujur sama fayna…”. Ucapku. “Kamu yang sabar ya nak, iya kamu memasuki stadium 3”. Ucap mamaku, dan meneteskan air mata. “DEGH Ya Allah ini cobaan berat bagiku, sahabatku, terutama kedua orangtuaku”. Ucapku dalam hati. Tiba tiba sahabatku datang “fayna kamu baik baik saja kan, aku khawatir dengan kondisimu”. Ucap claudia. “aku semua khawatir makannya kita datang kesini, untuk memastikan kondisimu baik atau tidak”. Ucap Sahabatku. “Iya aku enggak apa apa kok, kalian tenang saja”. Ucapku. “Aaaa… Aku salut sama kamu fayna”. Ucap sahabatku sambil memelukku, mamaku hanya tersenyum melihat aku dengan sahabatku. Beberapa hari kemudian rambutku sudah menipis dan itu artinya penyakitku ini akan lebih parah dari sebelumnya, aku hanya berbaring lemah di rumah sakit. Aku meminta kepada mamaku. “Mah.. tolong bawakan pulpen, kertas dan amplop ya… aku mohon”. Ucapku, nafasku mulai tak beraturan. Aku menulis di suratku Assalamualaikum….. hallo mamah, papah, dan sahabatku yang unyu unyu, pasti kalian membaca surat ini aku sudah tidak ada, makasih buat mamah dan papah sudah merawatku dari kecil hingga sekarang, makasih juga buat sahabatku yang unyu unyu sudah support aku, tanpa kalian aku ini bukan siapa siapa, makasih atas semuanya… 🙂 Wassalamualaikum… semua membaca surat itu… Nafasku sekarang tidak beraturan jantungku mulai sakit “hah.. hah… ha.. laila…” aku sudah menghembuskan nafas terakhirku.. mama, papa, dan sahabatku nangis histeris. jenazahku dikuburkan di dekat rumahku, aku hanya bisa melihat orangtuaku dan sahabatku dari kejauhan… TAMAT Cerpen Karangan Sifa Nur Fauziah Facebook Sifa Nur Fauziah Assalamualaikum…. Teman , hay perkenalkan nama aku sifa nur fauziah akrab di panggil sifa , aku bersekolah di smp negeri 1 ciranjang , hobby aku , menyanyi dan menulis cerpen , ini adalah cerpen pertama ku semoga kalian tertarik untuk membacanya. Follow Twitter sifanu18 Add Sifa Nur Fauziah Follow Sound Cloud Sifa Nur Fauziah -Salam Manis Sifa Nur Fauziah Cerpen Aku Berpenyakit Kanker merupakan cerita pendek karangan Sifa Nur Fauziah, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Di Tengah Debu Dunia Oleh Agung Gunawan “Ah. tanggal 30 September” ujar Andi dalam hati sembari melirik kalender yang berada tepat di samping ibunya, ini berarti ia telah berada di tempat itu selama satu minggu tepat. Cinta Pertama Oleh Gian Lediny Bunyi burung yang berkicau begitu indah, ditambah lagi langit yang mendung menambah kan hawa yang sejuk di pagi ini… “Eh ra lo gak papa tuh ngeliatin doi lagi sama Dia Tidak Mau Difoto Oleh Maulida Hariati Di Fakultas aku punya seorang teman bernama Diana. Kami berteman sudah cukup lama. Dari awal masuk kuliah hingga semester 5 saat ini. Kami berteman sangat akrab, saking akrabnya kami Sahabat Lama Part 2 Oleh Abdil Arif Sambil menunggu pesanan datang, kami menyoroti cewek-cewek yang tengah asyik dengan dunia ngerumpinya masing-masing. Dan tak lama kemudian kopi hangat telah menuju kami, yang dibawah oleh pelayan bermata indah Produser Bom Oleh Muhammad Ananda Kautsar Tsar, merupakan seorang remaja laki-laki berumur 14 Tahun yang luar biasa. Apa Keluarbiasaannya? Yang paling hebat adalah ia mampu Menciptakan Bom Bulat dengan menjentikkan jari-jarinya, dan bom pun akan “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"

cerpen sedih tentang penyakit