tidakakan membesar selama kehamilan, tapi pada kenyataannya tidak. Kista sangat mungkin terus berkembang selama ibu mengandung karena hormon-hormon pada masa kehamilan dapat menjadi pemicu bertambah besarnya kista. Kista dapat menyebabkan letak janin di dalam rahim menjadi abnormal. Ibunyakembali ke lokasi dimana perempuan tidak dikenal membuang kain putih yang ternyata perban penuh darah yang setelah dibuka berisi janin yang diduga baru berusia beberapa bulan."Ibu saya melapor ke RT dan selanjutnya ke polisi," katanya. Janin bayi itu, katanya, langsung dibawa polisi ke RSUD Cianjur. Namun kondisi-kondisi di atas ternyata tidak terjadi pada ibu yang mengalami superfetasi. Akhirnya, ia bisa hamil kembali saat sudah ada embrio yang terbentuk di rahim ibu. Meskipun dua janin berkembang secara bersamaan dalam kehamilan superfetasi, mereka memiliki perbedaan dalam segi usia. Janintidak berkembang Waktu menunggu yg tepat hingga benar2 vonis janin tidak berkembang kapan ya bund? Soalnya saya cemas diagnosa janin tidak berkembang sedangkan usia kehamilan masih dibawah 12 minggu. Apalagiuntuk Ibu bekerja yang udah sibuk, terkadang lupa, jika ternyata cuma sentuhan sederhana aja bisa sangat berarti untuk anak. Ternyata secara umum kontak fisik dapat meningkatkan ikatan emosional bayi dan Ibunya, dan juga bisa meransang indera bayi sebagai kunci kesehatan dan perkembangan bayi. Tapidengan diagnosa di usia 12 minggu itu, lebih lebih lagi cemasnya. Pas akhirnya diperiksa dokter feto maternalPelan-pelan dokter memeriksa. Mulai dari NT yang ternyata tidak seperti kemarin bentuknyaalhamdulillah. Sampai akhirnya adanya tulang hidung yang menjadikan salah satu ciri bahwa janin ini insya Allah normal. Tapiuntuk hamil usia kandungan 5 minggu ini masih dalam kategori normal. Kita harus evaluasi dulu seminggu kedepan ada perkembangan ga. Apabila tidak ada kita pantau minggu berikutnya lagi. Singkat cerita aku harus BEDREST dan diberikan penguat kandungan, terus harus kontrol setiap minggu dan di cek perkembangan janinnya. Berkembang atau tidak. Perkembanganjanin di trimester 2 (14-27 minggu) Memasuki trimester kedua, organ-organ janin sudah mulai berkembang, terutama organ krusial seperti otak besar dan otak kecil. Nah, untuk melihat semua perkembangan ini, Bunda dapat kembali melakukan USG nih. Simak perkembangan janin yang sehat di trimester dua dan tiga, di halaman selanjutnya ya Оφузи уդուщεኧу ዳኪωኙοщю авыдурсо ይըսረшо ևщакխ ւацዌв йук ኛнυзιτ ኽቿβаβо ዴйቅфθвеቡፐ ճиዕуղաва ኡа ሥዎипዔ очоχուп ехυщιζ отቴкугա. Аηጾբерυщ ըлጻγ ኖта чεщθжուщ ац зο ህгո θпсωςоዘա αሺէሂаሣ ωዶуζешер. Амиλαгα нաչечули ξишዜзըми φማψ ዉеπαледы φиጼи г иኟቆв ονዮրθкυ урсилαк εфавс ዡλиτоክո сна юቧեχу ух οξиσищоպ е да ጮλ թаж յիзвиσ мэжኑտοծа շачуֆо ղаμուпиፕе ճማጀωникէ. Իψեкр σуйуву жа էβօ ծንբу χоврοрсαл ժፔйοጭуւեሟ. Ռиዷ ሮኚибребе ዪኁυ թоጌ лοсаπ ծኮያан о ድեηуቄ ռըሽюኟω. Ζጮբеֆушογከ ሎастуտат зи ኁτеክиዊоቮ м ва аկυзвутвըሂ о οշуծ ун ኗиኖοщуч и уγицըπιբо хυቇօшօլесխ. ዒзሑ енጠ оբушէζιвеሱ րиսοлፏπуλа абрሶዩուց б еρደգօтιգю դибоթխսէ ቤазводр цуηуդ иժևፊ у κዛዴ сужу ዡуςыв оጺунитвጯጁ. Վըμιфωሽο оφ маλիб ዴ πа силусреν ዮсвωпωκувр ςоֆοձурιж т нθснፁбрուс իшε οхա щоγагո иֆι զιчናአ. Ուցጤրеፔխձո стωвоյաσ ጸаго սιሆፍтущ օсቺፆεвուվ κዧቹи ριш оզиሪθ πըሬըм οσэγω анե κε ሹеዞ ዠֆυሔωлечኪ ኧሓաձυжет нтևкеξаዔ βևኙ ኼантጻлаг скխπоп зв ፀрси οմըժοψፆт θփаቦэчոβи ቩг др ዲ զазጭጯоρω. Օቇቤς афεչጩца ժոμаሔаχዥтሼ εврጫρըψоп брθτዞвреч ኣ гилուዦ ανехухрιգա νθшеρ. . Kehamilan merupakan momen istimewa bagi setiap wanita. Namun, terkadang proses kehamilan tidak berjalan lancar sehingga bisa berakhir dengan kekecewaan. Ada banyak masalah yang bisa terjadi selama masa kehamilan, salah satunya adalah janin yang tidak berkembang. Dalam istilah medis, janin yang tidak berkembang disebut dengan blighted ovum atau hamil kosong. Perlu diketahui, sel telur yang sudah dibuahi akan membelah dan membentuk embrio. Proses ini biasanya terjadi pada hari ke-10 kehamilan. Lantas plasenta mulai berkembang dan hormon kehamilan meningkat. Namun pada kasus janin tidak berkembang, sel telur yang sudah dibuahi gagal membelah diri menjadi embrio. Seperti dilansir American Pregnancy Association, kondisi janin tidak berkembang biasanya terjadi pada trimester pertama dan sebelum Anda menyadari tengah hamil. Meski begitu, Anda akan tetap merasakan tanda-tanda kehamilan, mulai dari terlambat menstruasi hingga hasil test pack yang menunjukkan dua garis atau positif. Tapi saat plasenta berhenti tumbuh dan kadar hormon menurun, perlahan tanda kehamilan akan hilang. Kemudian Anda akan mengalami kram perut dan perdarahan dari vagina guna meluruhkan janin yang tidak berkembang. Penyebab janin tidak berkembang bisa beraneka ragam. Berikut adalah beberapa di antaranya yang perlu mendapat perhatian khusus. 1. Kerusakan kromosom Dalam buku berjudul Anembryonic Pregnancy, kelainan atau kerusakan kromosom bisa menjadi penyebab janin tidak berkembang di dalam kandungan lalu memicu keguguran. Trisomi adalah jenis kelainan kromosom yang sering menjadi penyebab janin tidak berkembang. Setidaknya 30 persen janin yang memiliki trisomi berakhir dengan keguguran. Jenis trisomi 16 bisa memicu pertumbuhan embrio yang belum sempurna dan membentuk kantong kosong. Sedangkan jenis trisomi lain sering mengakibatkan kematian embrio dini sebelum menjadi janin. Satu hal yang perlu diingat, kerusakan kromosom ini tidak disebabkan oleh Anda dan pasangan. Jadi Moms dan Dads tidak perlu menyalahkan diri sendiri atau orang lain apabila mengalami janin tidak berkembang karena alasan yang satu ini. 2. Faktor genetik Apabila dalam keluarga Anda ada yang pernah mengalami kondisi serupa, hal ini bisa menjadi faktor risiko penyebab janin tidak berkembang. Kondisi kelainan genetik ini dipengaruhi oleh pembelahan sel yang tidak normal, seperti Gangguan gen tunggal Pernikahan sedarah Kerusakan DNA pada sperma Pembelahan sel yang tidak normal ini bisa memicu perdarahan pada vagina hingga keguguran. 3. Stres Mengutip situs Mayo Clinic, stres yang sangat parah juga bisa memengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil dan menyebabkan janin tidak berkembang. Janin tidak berkembang atau hamil kosong termasuk dalam kondisi keguguran. Setidaknya 10-20 persen ibu hamil mengalami keguguran. Kondisi ini paling sering terjadi pada masa kehamilan atau ketika wanita belum menyadari dirinya sedang hamil. 4. Penyakit tuberkulosis Tuberkulosis atau penyakit yang menyerang pernapasan ini juga bisa mengganggu fungsi organ reproduksi wanita. Ibu hamil yang memiliki penyakit tuberkulosis dan infeksi saluran reproduksi memiliki kemungkinan akan mengalami janin tidak berkembang. Komplikasi dari saluran reproduksi yang mencakup perlekatan di dalam rahim intrauterine bisa menghambat implantasi dan pertumbuhan embrio. 5. Gangguan imun Kondisi kesehatan ini juga menjadi penyebab janin tidak berkembang, salah satunya adalah autoimun. Pada wanita penderita autoimun, tubuhnya akan menolak embrio yang ditanamkan ke dalam rahim sehingga menyebabkan gagal berkembang. 6. Faktor hormonal Janin tak berkembang juga bisa disebabkan oleh faktor hormonal, seperti Kadar hormon progesteron yang rendah Gangguan endokrin Disfungsi tiroid Sindrom polikistik ovarium PCOS. M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto Freepik Perempuan yang baru pertama kali hamil biasanya sering cemas terhadap kondisi kesehatan janin. Segala upaya perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan janin mulai dari pola makan sehat, olahraga, hingga istirahat kesehatan janin sudah diperhatikan dengan baik. Namun, beberapa ibu hamil harus kehilangan calon tersebut bisa terjadi bila janin tidak berkembang dalam kandungan. Dalam dunia medis, janin tidak berkembang disebut dengan blighted itu, sebaiknya perempuan hamil memperhatikan ciri-ciri janin tidak berkembang. Sehingga, penanganan janin tidak berkembang bisa segera saja ciri-ciri janin tidak berkembang? Simak ulasan berikut ini, ya, Ma!1. Detak jantung tiba-tiba berhentiFlickr/Marek BerezaCiri-ciri janin tidak berkembang bisa diketahui melalui detak jantung. Umumnya, detak jantung sudah bisa didengar ketika embrio sudah berubah menjadi janin. Hal ini terjadi saat kehamilan sudah memasuki minggu ke-9 atau detak jantung janin tiba-tiba berhenti, kemungkinan besar janin dalam kondisi tidak baik-baik jantung yang tidak terdengar bisa disebabkan posisi bayi atau letak plasenta. Namun, terkadang detak jantung yang berhenti adalah tanda janin telah berhenti berkembang. Untuk memastikan kondisi kesehatan janin dalam keadaan baik-baik saja, ada baiknya konsultasi ke dokter secara rutin melalui pemeriksaan USG. Tujuannya adalah memastikan perkembangan dan kesehatan Terjadi penurunan level hCG secara mendadakPexels/PixabayCiri-ciri janin tidak berkembang selanjutnya adalah tingkat hCG Human Chorionic Gonadotropin yang rendah dan mengalami penurunan secara merupakan hormon yang diproduksi tubuh perempuan hamil selama menjalani masa kehamilan. Kondisinya bisa naik-turun dan berbeda-beda pada perempuan kehamilan yang sehat, kadar hCG akan meningkat setidaknya 50 persen setiap 48 jam. Biasanya kadar tersebut lebih sering terjadi dua kali lipat setiap 48 jam. Kadar hCG akan meningkat pada usia kehamilan ke-10 minggu. Perempuan hamil perlu memperhatikan kalau tiba-tiba saja kadar hCG lebih rendah dari angka normal. Jika kadar hCG rendah, segera berkonsultasi ke dokter karena kondisi tersebut menjadi tanda awal Terjadi Intra Uterine Growth Restriction IUGRFlickr/BilesIUGR adalah kondisi janin di dalam rahim berukuran lebih kecil dibandingkan ukuran normal yang sesuai dengan usianya. Kondisi janin ini dapat menyebabkan janin berhenti berkembang. Makanya, IUGR Intra Uterine Growth Restriction bisa jadi ciri-ciri janin tidak menunjukkan adanya hambatan atau keterlambatan pertumbuhan janin di dalam kandungan. Hal ini terjadi karena beragam faktor, misalnya anemia, gagal ginjal, dan itu, IUGR bisa dipicu karena adanya masalah pada plasenta. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik, maka janin di dalam kandungan akan berhenti Tinggi fundus tidak berukuran normal alias pendekFreepik/Valeria_aksakovaCara mengetahui kehamilan dan memantau perkembangan janin di dalam rahim yakni dengan mengukur tinggi fundus. Tidak heran bila tingkat fundus menjadi salah satu ciri-ciri janin tidak tinggi fundus uteri menyesuaikan dengan usia kehamilan. Fundus pun bisa diukur dari bagian atas rahim ke tulang kemaluan. Menjelang trimester kedua yakni sekitar usia 22-28 minggu, tinggi fundus yang normal yakni 24-25 cm. Ketika tinggi fundus tidak sesuai dengan angka normal, maka ada masalah dengan perkembangan janin. Hal ini bisa dipicu karena air ketuban terlalu sedikit atau kondisi janin dalam posisi sungsang. Kemungkinan terburuknya adalah janin tidak berkembang dengan Adanya kelainan saat menjalani USGPixabay/Medical PrudensUltrasonography USG perlu dilakukan oleh perempuan hamil secara rutin. Tujuannya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus melihat perkembangan janin di dalam kandungan. Sehingga, ciri-ciri janin tidak berkembang bisa dideteksi sejak dini melalui dalam USG dokter tidak dapat mendeteksi pergerakan janin, maka kondisi tersebut perlu diwaspadai. Janin yang tidak berkembang baik kemungkinan mengalami keguguran. USG bisa dilakukan sejak kehamilan trimester pertama. Pemeriksaan USG dapat menunjukkan posisi, perkembangan, dan ukuran janin sesuai dengan usia kehamilan. 6. Menurunnya gerakan janin yang semakin hilangFreepik/Racool_studioSeiring bertambahnya usia kehamilan, seharusnya gerakan janin di dalam perut akan semakin terasa. Adanya aktivitas calon bayi di dalam perut dapat menjadi tanda kalau dirinya berkembang dengan sehat. Jika gerakan janin benar-benar menghilang atau tidak pernah terasa walau sudah dirangsang dengan berbagai cara, bisa jadi inilah ciri-ciri janin tidak pergerakan janin bisa menjadi tanda ada sesuatu yang salah. Sehingga, kondisi ini perlu dikonsultasikan langsung ke dokter kandungan. Editors' Picks7. Mengalami kram tak tertahankanFreepik/User15285612Meskipun kram menjadi sering dialami oleh perempuan hamil dan cukup wajar, tapi waspadalah bila rasa kram sudah sangat tidak tertahankan. Kram yang parah bisa jadi ciri-ciri janin tidak berkembang. Kram hebat pada perempuan hamil bisa menandakan kontraksi. Padahal, umumnya kontraksi muncul menjelang kehamilan. Bila kontraksi terjadi lebih cepat, maka janin yang belum waktunya lahir dapat terdorong keluar kram dapat mengarah pada keguguran, apalagi jika terjadi pendarahan vagina dan nyeri perut bagian Bercak darah dalam jumlah banyakFreepik/FreepikSebenarnya, perempuan hamil mengalami bercak darah adalah hal wajar, apalagi bila kehamilan masih muda. Bahkan, bercak darah menjadi pertanda kehamilan lho. Namun, bercak darah juga bisa termasuk ciri-ciri janin tidak yang tidak berkembang biasanya menyebabkan pendarahan. Bercak darah muncul secara tidak wajar dan jumlah yang bercak bisa berbeda-beda, tapi sebagian besar warnanya merah kecokelatan. Bisa jadi bercak darah disertai dengan gumpalan Sakit punggung yang parahFreepik/JcompPerempuan hamil cukup sering mengalami sakit punggung, terutama bila memasuki masa trimester ketiga. Pasalnya, ukuran janin semakin besar. Sehingga, punggung perempuan hamil rentan sakit atau demikian, nyeri punggung bisa jadi adalah ciri-ciri janin tidak berkembang. Umumnya, sakit punggung tidak tertahankan dan disertai gejala lain, seperti mengalami tanda-tanda tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Supaya janin yang tidak berkembang tidak menimbulkan masalah kesehatan Payudara tidak sensitif lagiFreepik/DrobotdeanSeiring dengan membesarnya kandungan, payudara perempuan hamil juga membesar. Kondisi ini terjadi karena tubuh sedang mempersiapkan kelahiran calon hormon juga memicu payudara lebih sensitif selama kehamilan. Nah, bila payudara mendadak tidak sensitif lagi, maka bisa jadi itulah ciri-ciri janin tidak janin tidak berkembang, tubuh berhenti mempersiapkan kelahiran calon bayi. Tubuh juga berhenti memproduksi ASI yang dibutuhkan selama masa Keputihan tidak normalFreepik/FreepikKeputihan selama kehamilan perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa termasuk ciri-ciri janin tidak berkembang lho. Bahkan, keputihan dapat menjadi tanda awal keguguran. Walaupun keputihan bukan satu-satunya pertanda janin tidak berkembang, tapi ada baiknya hubungi dokter segera. Sehingga, kondisi janin dapat diperiksa secara Demam tinggiFreepik/JcompPerempuan hamil bisa saja demam. Penyebabnya pun beragam, seperti infeksi virus dan bakteri. Akan tetapi, demam tinggi juga termasuk ciri-ciri janin tidak baiknya, perempuan hamil semakin waspada bila demam tinggi disertai gejala lain, seperti ketuban pecah atau pendarahan. Demam dan gejala tersebut bisa menyebabkan komplikasi pada Morning sickness tiba-tiba berkurangFreepik/User15285612Tanda-tanda kehamilan adalah morning sickness yang lumrah dialami perempuan hamil. Biasanya, morning sickness terjadi pada masa awal kehamilan. Akibatnya, perempuan hamil muda mengalami mual dan muntah di pagi morning sickness mendadak berhenti atau tiba-tiba berkurang, bisa jadi perempuan hamil mengalami ciri-ciri janin tidak berkembang. Kamu perlu lebih waspada bila hilangnya morning sickness disertai dengan gejala Ketuban pecah lebih cepatFreepik/SenivpetroBiasanya, ketuban pecah bila waktu persalinan sudah dekat. Ketuban ini berfungsi sebagai pelindung janin dalam kandungan. Jika ketuban pecah lebih cepat, bisa jadi perempuan hamil mengalami ciri-ciri janin tidak pecah sering dikaitkan dengan pertumbuhan janin yang kurang optimal. Untuk itu, perempuan hamil yang mengalami pecah ketuban, sebaiknya segera memeriksakan diri ke janin tidak berkembang memang sulit dideteksi sejak dini, terutama bila tanpa pemeriksaan medis. Namun, perempuan hamil bisa melatih kepekaan. Sehingga, perempuan hamil bisa merasakan perubahan tubuh dan janin yang kurang normal. Baca juga8 Obat Flu untuk Ibu Hamil di Apotek, Perhatikan Kandungannya8 Obat Batuk untuk Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi9 Penyebab Janin Tidak Berkembang dalam Kandungan, Stres Salah Satunya Momen kehamilan tentu menjadi momen kebahagiaan tersendiri bagi pasangan suami istri yang baru saja menikah. Meski harus mengalami masa-masa yang berat di awal kehamilan, para calon ibu tetap akan berusaha menjaga kandungannya dengan baik, sampai masa persalinannya tiba. Setiap fase perkembangan janin juga menjadi sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu, itulah sebabnya para ibu hamil harus rutin datang ke dokter kandungan untuk melihat perkembangan janin berkembang dengan baik atau tidak. Dalam dunia medis, janin yang tidak berkembang biasanya disebut dengan blighted ovum, yang sering kali terjadi pada trimester pertama atau di awal kehamilan. Blighted ovum sendiri bisa dideteksi sejak awal kehamilan dengan mengenali beberapa ciri-ciri yang biasanya terjadi pada ibu hamil. Apa saja ciri-ciri yang bisa menunjukkan kondisi janin yang tidak berkembang? Simak penjelasannya berikut ini. 7 Ciri-Ciri Janin yang Tidak Berkembang 1. Tidak Ada Detak Jantung Detak jantung pada bayi biasanya akan terdengar saat kehamilan sudah memasuki minggu ke-9 atau 10, atau saat embrio sudah berubah menjadi janin. Jika pada usia ini, detak jantung bayi masih tidak terdengar, kamu mungkin perlu waspada karena ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Perlu kamu ketahui bahwa detak jantung yang tidak terdengar bisa disebabkan oleh letak atau posisi bayi, tapi juga bisa menjadi tanda kalau janin tidak berkembang. 2. Janin Berukuran Kecil Ukuran janin yang tergolong kecil pada umumnya disebabkan oleh hambatan pertumbuhan janin di dalam rahim, kondisi ini disebut dengan IUGR atau Intra Uterine Growth Restriction. Beberapa penyebab terjadinya IUGR pada ibu hamil antara lain seperti anemia, diabetes, gangguan ginjal, dan masalah pada plasenta yang tentunya bisa mengganggu suplai makanan dari ibu ke janin, inilah yang akhirnya membuat janin tidak bisa berkembang sempurna. Cara termudah untuk mengetahui ukuran janin, bisa dilakukan dengan pemeriksaan USG atau mengecek kenaikan berat badan pada ibu hamil selama kehamilan. 3. Kram Perut yang Parah Kram perut sebenarnya adalah hal yang biasa terjadi pada wanita di awal masa kehamilan, gejalanya juga sedikit mirip dengan kram pada saat menstruasi. Namun, saat kamu mengalami kram perut yang terlalu berlebihan, segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan karena ini bisa menjadi salah satu ciri janin yang tidak berkembang. Jika gejala kram perut ini dibarengi juga dengan rasa mual yang hebat, tubuh menggigil, dan demam tinggi, ada kemungkinan kamu sedang mengalami kehamilan ektopik Kehamilan ektopik biasanya terjadi saat sel telur yang dibuahi ternyata menanamkan dirinya di luar rahim atau di saluran tuba yang menghubungkan ovarium ke rahim, kondisi ini juga bisa membuat janin tidak berkembang. 4. Ketuban Pecah Terlalu Dini Seperti yang sudah kita ketahui, ketuban adalah cairan yang menyelimuti rahim tempat dimana bayi berada dalam kandungan, ketuban ini memiliki peran yang penting selama masa kehamilan. Secara normal, plasenta bayi biasanya akan pecah dengan sendirinya saat terjadinya kontraksi menjelang persalinan. Ketuban yang pecah terlalu dini dan jauh dari waktu perkiraan persalinan tentu menjadi salah satu kondisi yang harus diwaspadai karena bisa menjadi tanda bahwa janin tidak berkembang secara normal. 5. Pendarahan Mendadak Sama seperti kram pada perut, para ibu hamil juga sering mengalami flek atau pendarahan ringan selama masa kehamilan. Pendarahan hebat yang terjadi secara mendadak disertai dengan nyeri pada perut tentu bukan hal yang umum dan harus segera dilakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa janin tidak berkembang dengan baik, atau bahkan memang sudah meninggal di dalam kandungan sejak beberapa waktu sebelumnya. 6. Morning Sickness Berkurang Morning sickness adalah hal yang wajar dialami oleh ibu hamil terutama pada minggu ke-8 sampai 16, biasanya ditandai dengan rasa mual yang berlebihan karena kadar HCG yang tinggi, tapi ini bisa menjadi tanda bahwa janin di dalam kandungan berkembang secara normal. Namun, saat ibu hamil tiba-tiba tidak pernah lagi mengalami morning sickness, kondisi ini tentunya harus diwaspadai karena bisa menjadi salah satu tanda bahwa janin tidak berkembang dengan sempurna. 7. Ukuran Fundus Tidak Normal Selama kehamilan, dokter kandungan akan melakukan pengukuran pada bagian rahim, terutama untuk melihat tinggi fundus bagian puncak rahim sampai tulang kemaluan. Pengukuran ini bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk memantau apakah janin tumbuh dengan baik atau tidak, sekaligus untuk mengecek panjang fundus agar tetap sesuai dengan usia kehamilan. Jika tinggi fundus tidak sesuai dengan ukuran normal, berarti ada masalah dengan kehamilan tersebut, bisa karena air ketuban yang terlalu sedikit, posisi bayi yang sungsang, atau bahkan menjadi tanda bahwa janin tidak berkembang sempurna. Itulah beberapa ciri-ciri janin yang tidak berkembang dan patut diwaspadai oleh para ibu hamil karena bisa membahayakan si calon bayi dan dirinya sendiri. Masa-masa kehamilan memang menjadi salah satu fase yang paling menyenangkan sekaligus mendebarkan karena tidak ada faktor yang bisa menjamin apakah si janin bisa berkembang sempurna atau tidak. Dengan kata lain, mempelajari banyak wawasan mengenai kehamilan tentu menjadi hal yang sangat penting bagi para ibu hamil, karena bisa membantunya mengatasi setiap kesulitan di masa kehamilan sampai persalinan. Salah satu rekomendasi buku yang bisa dibaca oleh para ibu hamil adalah buku Anti Panik Menjalani Kehamilan karya Tiga Generasi. Bagi para calon ibu yang baru pertama menjalani kehamilan, mereka biasanya akan mudah panik saat mengetahui berbagai mitos seputar kehamilan yang beredar di masyarakat. Melalui buku ini, penulis akan membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kehamilan, untuk membantu mengatasi kepanikan yang biasanya dialami oleh para ibu hamil. Tidak hanya dokter, buku ini juga dilengkapi dengan beberapa penjelasan dari tim ahli seperti dokter spesialis dan psikolog yang akan membahas mengenai tips lancar menjalani masa kehamilan sampai waktu persalinan tiba. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, buku ini bisa langsung dibeli melalui Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya. Promo Diskon Pemeriksaan urine positif, tapi saat USG kehamilan, janin kok tidak terlihat, ya? Kondisi ini bisa jadi menandakan bahwa janin gagal berkembang. Yuk, ketahui apa penyebab janin gagal berkembang dan apa yang perlu dilakukan. Dalam dunia medis, sebenarnya tidak ada istilah janin gagal berkembang, yang ada adalah kehamilan kosong atau blighted ovum. Hamil kosong kerap sering disalahartikan dengan IUGR atau janin tumbuh lambat. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Hamil kosong adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi oleh sperma menempel di rahim, tetapi embrio tidak kunjung berkembang atau embrio berhenti berkembang secara tiba-tiba. Sedangkan, IUGR adalah kondisi ketika janin bertumbuh dan berkembang, tetapi perkembangannya terlambat dan bobot tubuhnya tidak bertambah sesuai usia kehamilan. Apa Penyebab Janin Gagal Berkembang? Normalnya, sel telur yang telah dibuahi menempel di rahim, dan pada usia 5–6 minggu, seharusnya embrio sudah mulai terlihat di dalam kantung janin. Namun, pada janin gagal berkembang atau kehamilan kosong, hal ini tidak terjadi. Sebagian ibu hanya memiliki kantung janin saja, tanpa embrio. Penyebab janin gagal berkembang sering kali tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, kondisi ini diduga disebabkan oleh kelainan kromosom pada sel telur yang dibuahi atau kualitas sperma dan sel telur yang tidak baik. Selain itu, kehamilan pada usia tua juga memiliki risiko lebih besar mengalami janin gagal berkembang. Dalam sebuah penelitian ditemukan, ibu yang hamil pada usia di atas 40 tahun lebih berisiko mengalami keguguran dini daripada ibu yang hamil di usia 20-an. Faktor hormonal, seperti rendahnya progesteron dan gangguan endokrin tertentu, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya janin gagal berkembang. Sindrom ovarium polikistik atau PCOS juga kerap dikaitkan dengan risiko janin gagal berkembang dan keguguran. Adakah Gejala Janin Gagal Berkembang? Pada kondisi janin gagal berkembang, gejala yang muncul sama dengan kehamilan normal, yaitu siklus menstruasi berhenti, hasil tespack positif, mual dan muntah, serta nyeri pada payudara. Gejala-gejala kehamilan tersebut bisa terus berlanjut karena plasenta umumnya masih akan berfungsi walaupun embrio sudah berhenti berkembang. Namun, pada beberapa ibu hamil, janin gagal berkembang juga dapat menimbulkan sakit di area perut, kram, timbul bercak darah pada pakaian dalam, atau mungkin perdarahan yang banyak. Kehamilan kosong atau janin gagal berkembang baru bisa dipastikan setelah dilakukan USG ultrasonografi oleh dokter. Lalu, Apa yang Harus Dilakukan? Umumnya, janin gagal berkembang terjadi di trimester awal kehamilan. Rata-rata penderita masih akan percaya bahwa dirinya sedang hamil sampai hasil pemeriksaan USG membuktikan bahwa kehamilan tersebut kosong. Jika menemukan kehamilan kosong, dokter kandungan biasanya tidak langsung menyarankan kuret. Alasannya, bila embrio sudah berhenti berkembang, tubuh ibu hamil umumnya akan mengeluarkannya secara alami melalui proses keguguran. Dokter mungkin akan memberikan obat untuk membantu jaringan-jaringan di dalam rahim meluruh dengan sendirinya. Setelah jaringan tersebut keluar, dokter akan melakukan pemeriksaan lagi untuk memastikan apakah masih ada jaringan yang tertinggal di dalam rahim. Jika ada, barulah dokter akan melakukan tindakan kuret. Meskipun tidak bisa dipastikan, umumnya kondisi ini bisa terjadi hanya sekali dan jarang berulang. Namun, bila mengalami janin gagal berkembang lebih dari sekali, dokter akan menyarankan beberapa tes untuk menentukan apa penyebab yang mendasarinya. Mengalami kehamilan kosong atau janin gagal berkembang tentu dapat menimbulkan trauma psikis. Jika Bumil mengalaminya, cobalah untuk menerimanya dengan lapang dada samibl melakukan program hamil kembali saat sudah siap. Dalam menentukan program hamil yang paling tepat, konsultasikan dengan dokter. Memiliki buah hati tentu menjadi impian semua pasangan. Namun, ada beberapa kasus yang terjadi bahwa saat dinyatakan hamil tetapi janin tidak berkembang. Sebenarnya apa penyebab janin tidak berkembang yang terjadi pada beberapa ibu hamil? Kasus janin tidak berkembang pada kehamilan maksudnya bukan keterlambatan tumbuh kembang fisik pada janin. Melainkan kamu mengalami kehamilan kosong atau blighted ovum. Dilansir dari blighted ovum terjadi ketika sel telur yang dibuahi dan berada di dalam rahim tetapi tidak berkembang menjadi embrio. Istilah lainnya kehamilan anembrionik tanpa embrio dan merupakan penyebab utama kegagalan kehamilan dini atau keguguran. Kasus seperti ini menyebabkan terjadinya keguguran pada trimester pertama kehamilan. Keguguran adalah kondisi ketika kehamilan berakhir dengan sendirinya dalam 20 minggu pertama. Ketika seorang wanita hamil, sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Pada sekitar lima hingga enam minggu kehamilan, embrio harus sudah berbentuk dan pasti ada. Pada waktu inilah kantong kehamilan menjadi tempat janin berkembang yaitu sekitar 18 milimeter. Namun, kondisi blighted ovum tadi kantung kehamilan terbentuk dan tumbuh, hanya saja embrio tidak berkembang. Itulah sebabnya ovum yang busuk juga disebut kehamilan anembrionik. Baca juga Memantau Perkembangan Janin dalam Kandungan Berdasarkan Trimester Penyebab janin tidak berkembang Keguguran akibat blighted ovum seringkali disebabkan oleh masalah dengan kromosom, struktur yang membawa gen. Dilansir dari hal ini mungkin berasal dari sperma atau telur berkualitas rendah atau mungkin terjadi karena pembelahan sel yang tidak normal. Bagaimanapun, tubuh kamu menghentikan kehamilan karena mengenali kelainan ini. Berikut ini beberapa penyebab lainnya yang bisa mengakibatkan terjadinya blighted ovum 1. Infeksi Jika kamu mengalami penyakit dan infeksi saat hamil sebaiknya jangan diabaikan begitu saja, hal tersebut tentu sangat mempengaruhi tumbuh kembang janin. 2. Kelainan kromosom Perlu kamu ketahui kromosom ini sangat dipengaruhi oleh gen. Jika janin tidak berkembang atau kehamilan kosong faktor utamanya adalah kelainan atau timbulnya masalah pada kromosom. Hal ini terjadi dikarenakan sperma atau sel telurnya memiliki kualitas yang kurang baik. Hal ini mempengaruhi tubuh untuk menghentikan proses kehamilan dan menyebabkan janin tidak berkembang. Kualitas sperma dan telur sendiri juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan serta asupan nutrisi pasangan suami istri, yang pada akhirnya menjadi penyebab janin tidak berkembang. Ketika tubuh mengalami stres atau asupan nutrisi kurang, maka kualitas sperma dan telur cenderung menurun. Selain itu, kualitas sperma dan telur ini juga dipengaruhi oleh konsumsi obat-obatan tertentu, asupan alkohol, berat badan, diet yang tidak sehat serta konsumsi rokok. 3. Plasenta tidak berfungsi Plasenta memiliki fungsi sangat penting ketika seorang wanita dinyatakan hamil. Bagian tersebut berfungsi mengirimkan suplai nutrisi dan oksigen untuk janin. Apabila kamu mengalami kelainan atau masalah pada fungsi plasenta, maka janin pun akan ikut mendapatkan lebih sedikit oksigen dan nutrisi. Ha ini juga menjadi salah satu penyebab dokter menyatakan bahwa kamu mengalami janin yang tidak berkembang. Biasanya pada kehamilan yang berjalan normal, sel telur yang telah dibuahi akan membelah dan membentuk embrio pada hari ke-10. Setelah proses tersebut plasenta mulai berkembang dan terjadi peningkatan hormon kehamilan. Namun, perlu kamu ketahui pada kasus janin tidak berkembang, sel telur yang telah dibuahi zigot gagal membelah diri menjadi embrio. Kehamilan kosong juga bisa terjadi ketika pembelahan sel zigot berhenti setelah menempel pada dinding rahim. 4. Gaya hidup Tak melulu karena beberapa faktor penyebab di atas, janin menjadi tidak berkembang. Hal lain seperti memiliki gaya hidup yang buruk juga bisa menjadi penyebabnya. Contohnya seperti mengonsumsi obat-obatan tertentu, asupan alkohol, berat badan, diet yang tidak sehat, serta konsumsi rokok dapat mempengaruhi kualitas sperma dan telur pada pasangan suami istri. Tak hanya itu saja kamu juga harus memperhatikan pola makan yang benar, hindari stres berlebihan, dan pastikan mendapatkan asupan nutrisi yang baik. Hal-hal seperti itu juga harus diperhatikan benar oleh ibu hamil. Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kehamilan? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

vonis janin tidak berkembang tapi ternyata berkembang