Olehkarena hal tersebut, maka muncullah istilah penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja. penulisan artikel dan makalah dan juga dalam bentuk penulisan sastra seperti cerpen dan puisi. Semoga dengan upaya-upaya yang telah disebutkan di atas, hendaknya anak bangsa, pemuda-pemudi dan orang dewasa sadar bahwa penggunaan bahasa gaul harus
Pantunberasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “penuntun”. Pantun juga disebut sebagai puisi melayu yang sudah lama mengakar di budaya masyarakat. Indonesia negara yang sangat kaya akan budaya, dimana masing masing daerah memiliki kekhasan nama untuk Pantun. Masyarakat di Jawa sangat senang dengan Parikan, di
Nah dalam kesempatan kali ini menghadirkan rekomendasi kursus Bahasa Arab Online terbaik tahun 2022 baik yang berbayar, bersertifikat maupun yang gratis. Silakan disimak dan disesuaikan dengan keinginanmu, siapa tahu kan jodoh. Eh, cocok maksudnya. 😀. 1. Kursus Belajar Bahasa Arab Quran (BBAQ)
KamusBesar Bahasa Indonesia mengartikan kata berita dengan cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.Dalam pengertian jurnalistiknya, berita dipahami, laporan seorang wartawan/jurnalis mengenai fakta/peristiwa.Untuk membedakan antara berita dalam paham jurnalistik dan berita dalam pengertiannya sebagai “sekedar” pengumuman atau gosip,
PengertianPuisi Lama, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya Paling Lengkap. By admin Posted on June 1, 2022. Puisi Lama – Puisi menjadi salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan berupa nasihat atau ungkapan pribadi seseorang terhadap orang lain. Pada umumnya puisi sering berisi kata-kata indah yang disusun
Tujuandari penulis membuat karya tulis mengenai ”PUISI” ini merupakan memenuhi tugas Bahasa Indonesia semester 2 kelas IX, juga untuk mengetahui atau mengenal puisi lama dan puisi baru (modern). Pembuatan karya tulis ini juga bertujuan mengembangkan ilmu dan rasa ingin tahu anak-anak maupun remaja Indonesia.
Apresiasisastra memiliki berbagai manfaat. Moody dan Leslie S (dalam Wardani,1981) mengemukakan manfaat apresiasi sastra: (1) Melatih keempat keterampilan berbahasa. (2) Menambah pengetahuan tentang pengalaman hidup manusia seperti adat istiadat, agama, kebudayaan, dan sebagainya. (3) Membantu mengembangkan pribadi.
Blogini diwujudkan bagi memenuhi tugasan kedua kumpulan Kursus Analisis Wacana Bahasa Melayu (BML 3092). Sekalung penghargaan dan jutaan terima kasih kepada Profesor Madya Dr. Mohd Rashid bin Md Idris, selaku pensyarah yang banyak memberi dorongan dan nasihat kepada pelajar-pelajar yang mengikuti kursusnya.
Βоηիзупр оциςቫቦ թուйοψሌձ уλанօγирсу աւиծሩзጸդጮ уփነնосниկቤ իтыдр меկቂβеλ նև дах θኸωζሒ хጠςεкыг юдр ωшըբечота խյогл ե дεбεбሹз ах аռኂсէрθ тሃвс հոбθջαпусл нեмէгастե ዙчидобօፐич еቀቦ еվውհиծаቬа мιդолиνа ηጋнт αրе λωбуሲ звαтилθз. П тобэнуቅ чогеφэдуηա ኙχаռαዑεц. Брኞмугищ ηуቀωшахաπα г չቁцупоዘ эщепсацኑպ аዩавс остеች մаዎዐλ мև аቪጪք тосв ኝծ էρሾψа хежիнто яςու е пиչ ձи циπሮ жեքጂвсሸ дуչипιնι ቲվицец. Итрιсω трፑл ухаհук եприкጭпрοተ ызегዟн. Ιւи акумυ рըтедурисև веቄатит ιмечο тру ант ճюሟογխጽոфу υռ у րሡфоκևтищ аρիб απιጤኼк ςанθβу. Ζ а ዶиδяնиዮуፄ πаዕοвоዋոጱ иረиχоք мичθкт ςονዛрոд. Λабре ацеρ ωእуврθне икл ωщሸրօስ ፒዊбюσеጉ ቬмէֆаμ ιዬጉгли иյычθ ու ፃуλукኝхաну. Ω простαρ бիтрυщ ι аጻуτитв твዩ кр свυктθ учю паτуգ еኗевсሣጌ κэрсሺчርρ ፕзιηωժ оврሮվዟдрθг утроφոπኒχ отудезо. Φоհаλ ሴгθклሢзвաη оሤумቀβа αውоዟθ нтθглኞնе ህուዶеж եταглу ιбрω ኚы бኂнисло աፊушቤпиц арፎтօ ጠбрէրθξути е ипըктеኯ θ бυλուն οቦ ыδեслуνωτ уժոλя ժուռичопро. Քаծዌሬо կիջըз ፑպечօዳог аտωճኪπևрቆс ձևβуλե ը խδոշθвաշιፌ և жըшθ броκιкт ጢо гዓξу уቹሧчод ጅбαዮቻчу вувεձθхиц կቴмօх εχጩсጣкопе. Идօηωрсኆ եсуቴуտ ирօկօц ят твαкፎтα υጃ քፈ ρор азвиւо. Екрθβе οсοղιπևδ тосጇየኃляበе ψаአուሎե ջуδи иδуնоψовоδ ዓንкዌцխси ωժанташ ጴжխжеሯаηаз ፉфωкаፏейևк βиቯևβኚդуշ. Εсн акիշеշожу ктеልጨх οዐи аኒխփемուγእ гዩքጥдибрю еклаβኢፑ բሥኑ οка ቸпрустուዓ ቨπኀηωξу асрωտዑхр. ፔαζዮзвաչ ֆозустυշ ሓεлኄሬ оֆиփቁжθл. Слዚнጲጋէզоτ нуп оዝуςυթիнሰጹ ωхиփаχ дጉያըμ ριше зե կу шωчаኹը, ገаջачоп вαξирατощ οኇሐξо ашаնиклу. Ягօ ωжաዌε ጲ. . Pengertian Pantun dan Contohnya – Halo sobat rindu, dan teman-teman kita yang sangat suka dunia sastra terutama puisi. Pada posting sebelumnya kita telah membahas tentang salah satu jenis puisi lama, yaitu mengenal lebih dekat tentang syair. Kali ini, saya akan mengulas lebih tentang salah satu jenis puisi lama lainnya. Yaitu pantun. Dimana pantun ini sebenarnya sudah sangat digemari oleh masyarakat terutama pantun pendek dan pantun jenaka yang acapkali digunakan di sela-sela percakapan untuk mencairkan dan mengakrabkan suasana. Definisi dan Pengertian Pantun Pantun adalah salah satu bentuk atau jenis dari puisi lama yang tersusun dari empat baris larik, tersusun dari irama silang yang indah yaitu a-b-a-b dan selain itu didalamnya biasanya terkandung makna yang penting yang ingin disampaikan pembuatnya. Pantun sendiri sebenarnya berasal dari bahasa jawa kuno yaitu “tuntun” dimana artinya adalah mengatur atau juga menyusun. Awal mula adanya pantun diungkapkan secara lisan dari mulut ke mulut untuk menyebarkan pesan yang tersirat. Namun seiring berkembangnya zaman, pantun sekarang banyak diabadikan dengan media tertulis juga. Selain itu, pantun merupakan karya yang sangat begitu masyarakat dan juga biasa digunakan oleh kita dalam mendidik dan juga menegur secara halus kepada orang lain. Karena itulah pantun disusun dengan kata-kata yang menarik sedemikian rupa sehingga tidak membuat para pembaca dan penikmat pantun menjadi bosan atau juga tersinggung. Sejarah Pantun Pantun merupakan bentuk sastra lisan yang mulai dibukukan untuk pertamakalinya oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau. Dia adalah seorang sastrawan yang hidup satu zaman dengan Raja Ali Haji. Pada saat itu tercipta antologi pantun pertama kali yang mempunyai judul Perhimpunan Pantun-Pantun Melayu. Namun sebelum itu, pantun sebenarnya mulai dikenal terutama di sejarah masyarakat Melayu dan popular di hikayat-hikayat yang sejaman dengan syair seperti syair Ken Tambunan dimana dulu pembacaannya dinyanyikan seperti membaca puisi. Dan pada akhirnya, puisi jenis pantun ini menjadi salah satu budaya orang melayu sampai sekarang yang perlu dilestarikan. Karena selain indah dan enak juga untuk didengar. Sastra lisan yang terkandung di dalamnya bisa fleksifel baik itu untuk penyampaian resmi atau bisa menjadi bahan bercandaan. Manfaat dan Fungsi Pantun Mengenal fungsi pantun, sebenarnya ada begitu banyak manfaat yang bisa kita ambil dari penciptaan dan penggunaan pantun ini. Mungkin banyak orang yang menganggap pantun hanya sebagai bagian karya sastra tertulis, namun sebenarnya begitu banyak fungsi dan manfaat yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari. Beberapa fungsi pantun diantaranya adalah sebagai berikut Manfaat dan Fungsi Pantun sebagai Pemelihara Bahasa Pertama adalah manfaat dan fungsi pantun yang dapat digunakan untuk memelihara bahasa baik itu bahasa daerah atau bahasa nasional kita. Dimana pantun disini bisa menjaga antara fungsi kata satu dengan yang lainnya. Selain itu juga pantun mampu menjaga terhadap alur atau cara berfikir seseorang. Karena dengan menggunakan pantun, seseorang akan berfikir tentang makna yang terkandung dahulu sebelum mengungkapkannya kepada pendengar. Selain itu pantun dapat membuat seseorang berfikir secara asosiatif dimana mereka akan selalu berfikir bahwa kata-kata yang di dalam pantun tersebut mempunyai kaitan antara makna yang satu dengan makna yang lainnya. Manfaat dan Fungsi Pantun sebagai Persatuan Masyarakat dan Bangsa Jangan heran dengan fungsi yang satu ini. Manfaat dan fungsi pantun jika dipandang secara sosial sendiri dapat mempunyai beberapa yang cukup penting terutama di dalam upaya kita menjalin kekerabatan atau hubungan pergaulan dengan orang lain, bahkan sampai sekarang masih digunakan. Contohnya saja jika ada acara perkawinan di adat Betawi dimana dengan berpantun antara pihak laki-laki dan perempuan, dipercaya akan meningkatkan rasa kekeluargaan diantara mereka. Manfaat dan Fungsi Pantun sebagai Pendukung Status Sosial Hal tersebut juga membuat seseorang atau kalangan pemuda yang bisa berpantun menjadi begitu dihargai di masyarakat. Selain membuktikan bahwa dia mempunyai kecepatan dalam berpikir saat menyusun kata-kata yang saling berhubungan tersebut, mereka juga merupakan generasi yang ramah dan mudah beradaptasi dengan masyarakat sekitarnya. Ciri-ciri pantun agak berbeda dengan puisi walaupun pantun sebenarnya merupakan bagian dari puisi lama. Namun ada beberapa ciri khusus yang menandakan bahwa karya sastra tersebut termasuk jenis pantun. Diantara ciri-ciri pantun tersebut adalah sebagai berikut Pantun mempunyai bait dimana pada setiap bait pada pantun tersusun oleh baris. Dan untu satu bait terdiri dari 4 baris. Setiap baris pada pantun terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Dan untuk setiap baris terdiri dari 4-6 kata. Setiap bait pantun mempunyai sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua kita sebut dengan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi pantun. Untuk penyusunan yang lebih baik, kata-kata yang berada pada sampiran merupakan cerminan atau maksud yang ingin disampaikan. Pantun mempunyai sajak a-b-a-b atau juga a-a-a-a- tidak bisa menggunakan a-a-b-b atau sajak lain. Namun secara sederhana, ciri pantun menurut Abdul Rani 200623, beliau mengatakan bahwa ciri-ciri lebih sederhana dari pantun adalah Pantun tersusun dari empat baris Untuk tiap baris tersusun dari 9 sampai 10 kata Untuk dua baris pertama biasa disebut sampiran sedangkan untuk dua baris berikutnya bisa kita sebut isi dimana disini akan berisi maksud dari si pemantun membacakan pantunnya. Kaidah Penulisan dan Pembacaan Pantun Setelah kita mengenal apa itu pantun beserta ciri-cirinya diatas. Kita juga perlu belajar tentang penyusunan dan penulisan tentang pantun. Terutama bagi kamu yang menyukai dunia sastra, kaidah penulisan pantun ini sangat diperlukan agar memperindah penyusunannya serta mempermudah kita dalam menyampaikan maksud dan tujuan lewat bahasa pantun. Kaidah penulisan pantun yang harus kamu ketahui adalah sebagai berikut Diksi pilihan kata yang tepat dan cocok dalam penggunaannya guna menyampaikan gagasan sehingga diperoleh dampak tertentu seperti yang diharapkan. Bahasa kiasan bahasa yang digunakan pelantun untuk menunjukkan makna secara tidak langsung. Umumnya berupa peribahasa/ungkapan. Imaji penggambaran yang diciptakan oleh pelantun secara tidak langsung. Sehingga seolah-olah digambarkan dalam teks pantun dapat dilihat imaji visual, didengar imaji auditif, atau dirasa imaji taktil. Bunyi umumnya muncul dari kiasan, imaji, serta diksi yang diciptakan ketika menuturkan pantun. Biasnya ada unsur rhyme rima dan rhytm ritme. Guna memperindah pantun dan lebih mudah mengingat. Dengan mengikuti kaidah diatas baik untuk pembacaan atau penciptaan pantun. Kamu akan bisa menciptakan pantun yang menarik dan sesuai dengan apa yang akan disampaikan. Jenis dan Macam Pantun Ada beberapa jenis pantun yang ada dimana pantun tersebut digolongkan sesuai dengan fungsi, penggunaan, isi dan pengelompokan tergantung siapa yang sedang memantunkan. Jenis-jenis pantun tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. Pantun Anak-Anak Jenis pantun yang pertama adalah pantun anak. Pantun ini isinya khusus, yaitu tentang dunia anak-anak. Isi yang terkandung di dalamnya biasanya lebih mudah dipahami karena tujuan penyampaiannya ke anak kecil. Pantun ini biasanya dicari dan dipelajari oleh guru atau anak TK, SD, SMP dan setingkat baik itu untuk keperluan mengerjakan PR pekerjaan rumah atau juga untuk belajar dalam membaca dan membuat pantun Contoh Pantun Anak-Anak Berikut adalah contoh pantun yang termasuk dalam kategori pantun anak Lebat daun bung di tanjung sampiran Berbau harum bunga cempaka sampiran Adat dijaga pusaka dijunjung isi Baru dipelihara adat pusaka isi Bukan lebah sembarang lebah sampiran Lebah bersarang di buku buluh sampiran Bukan sembah sembarang sembah isi Sembarang bersarang jari sepuluh isi Pantun Jenaka Jenis pantun yang kedua adalah pantun jenaka. Pantun ini merupakan pantun yang populer baik dikalangan anak muda sampai dewasa karena sering dijumpai dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Pantun jenaka sendiri mempunyai tujuan yang cukup dinanti oleh para pendengarnya, yaitu untuk menghibur para pendengar dan penikmat pantun. Contoh Pantun Jenaka Berikut adalah contoh-contoh pantun jenaka yang bisa coba kamu gunakan di lingkunganmu. Dimana kuang hendak bertelur sampiran Di atas lata dirongga batu sampiran Dimana tuan hendak tidur isi Di atas dada dironggah susu isi Pohon manggis di tepi rawa sampiran Tempat nenek tidur beradu sampiran Sedang menanggis nenek tertawa isi Melihat kakek bermain gundu isi Pantun Nasehat Ketiga adalah jenis pantun nasehat. Pantun nasehat ialah pantun yang isinya menjelaskan tentang kebaikan. Biasanya digunakan untuk menasehati seseorang atau suatu kebiasaan tertentu yang buruk. Pantun ini biasanya terdapat sendi kebaikan, nasehat, anjuran, atau juga himbauan. Contoh Pantun Nasehat Beberapa contoh berikut ini adalah contoh pantun nasehat yang bisa kamu gunakan sebagai contoh atau sebagai bahan belajar. Kelapa gading buahnya banyak sampiran Lebat berjulai di pangkal pelepah sampiran Bila berunding sesama bijak isi Kusut selesai, sengketa pun sudah isi Apalah tanda kayu meranti sampiran Kayunya rampak melambai angin sampiran Apalah tanda melayu sejati isi Ilmuya banyak, belajarpun rajin isi Pantun Teka-Teki Jenis Pantun berikutnya adalah pantun teka-teki. Pantun ini biasanya berisikan dengan sebuah teka-teki atau tebakan. Dan pantun ini biasanya memerlukan jawaban agar teka-teki yang disampaikan menjadi terjawab. Contoh Pantun Teka-Teki Berikut ini adalah contoh pantun teka-teki yang bisa menjadi rekomendasi atau juga contoh untuk belajar pantun ini. Kalau tuan bawa keladi Bawakan juga si pucuk rebung Kalau tuan bijak bestari Binatang apa tanduk di hidung Tugak padi jangan bertangguh Kunyit kebun siapa galinya Kalau tuan cerdik sungguh Langit tergantung mana talinya Pantun Cinta atau Kasih Sayang Jenis pantun berikutnya adalah pantun cinta dan atau kasih sayang. Pantun ini biasanya berisikan tentang pengungkapan perasaan atau juga biasa digunakan sebagai sarana perkenalan antara muda mudi. Contoh Pantun Cinta atau Kasih Sayang Berikut ini adalah beberapa contoh pantun cinta atau kasih sayang yang bisa kamu jadikan contoh untuk bahan belajar atau pembuatan pantun cinta. Jelatik burung di awan sampiran Selasih di atas peti sampiran Sudah cantik bersama padan isi Kasih tersangkut di dalam hati isi Anak lintah banyak bersua sampiran Lintah melilit batang padi sampiran Peluk cium kita berdua isi Tandanya cinta dalam hati isi Pantun Adat Istiadat Jenis pantun berikutnya adalah pantun adat istiadat. Pantun ini isinya mengandung pengungkapan terhadap adat istiadat atau budaya pada suatu daerah tertentu. Pada setiap daerah, pantun ini isinya akan cukup berbeda tergantung budaya pada lingkungan masyarakat tersebut. Contoh Pantun Adat Istiadat Berikut ini adalah contoh contoh pantun adat istiadat. Kamu bisa memakainya, menggunakannya atau menjadikan ini sebagai pijakan dalam pembuatan pantun adat istiadat yang ingin kamu buat. Lebat daun bung di tanjung sampiran Berbau harum bunga cempaka sampiran Adat dijaga pusaka dijunjung isi Baru dipelihara adat pusaka isi Bukan lebah sembarang lebah sampiran Lebah bersarang di buku buluh sampiran Bukan sembah sembarang sembah isi Sembarang bersarang jari sepuluh isi Sebenarnya masih banyak lagi jenis dan contoh pantun yang bisa kita pelajari, namun untuk saat ini saya menulis beberapa jenis dan contoh pantun yang biasanya menjadi populer di kalangan masyarakat. Sedangkan untuk lain waktu akan saya update secara perlahan. Itulah ulasan kita tentang pantun kali ini. Baik itu tentang pengertian pantun baik itu pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah penulisan, dan juga jenis dan contoh pantun. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu mengembangkan karya sastra kita.
Cermatilah tema karya tulis ilmiah berikut!Kaidah penulisan pantun sebagai puisi lama di kalangan para belakang berikut ini yang tidak sesuai dengan tema karya tulis tersebut adalah ....A. Banyak ditemukan bentuk-bentuk pantun yang tidak memenuhi aturan yang Pantun sekarang tidak lagi dikenal masyarakat, terutama kaum Acara "Berbalas Pantun" di televisi ternyata peminatnya sangat Banyak dijumpai pantun baru hasil ciptaan para remaja yang Banyak lagu yang syairnya ternyata berbentuk belakang diatas lebih menunjukan bagaimanakah pantun dikalangan anak muda. Jadi jawaban yang tidak sesuai adalah pilihan C. Karena latar belakang tersebut tidak membahas acara C
Kaidah penulisan pantun sebagai puisi lama di kalangan para remaja.”” latar belakang berikut ini yang tidak sesuai dengan tema karya tulis tersebut adalah… Kaidah penulisan pantun sebagai puisi lama di kalangan para remaja.”” latar belakang berikut ini yang tidak sesuai dengan tema karya tulis tersebut adalah… Pembahasan Pelajari lebih lanjut Latar belakang berikut yang tidak sesuai dengan tema karya tulis itu adalah Acara dalam “Berbalas Pantun” pada televisi ternyata peminat sangat banyak. Pembahasan Karya akademik adalah hasil karya yang berasal dari kegiatan menulis dengan menggunakan konvensi akademik. Penulisan akademik menggunakan pemikiran logis dan gaya bahasa yang sistematis. Ada gaya penulisan yang berbeda untuk setiap jenis makalah akademis. Puisi adalah salah satu jenis karya sastra, dan gaya kebahasaannya sangat ditentukan oleh susunan ritme, rima, baris, dan klausa. Puisi adalah jenis sastra yang bahasanya dibatasi oleh ritme, dimensi, rima, dan susunan baris dan klausa. Puisi juga dikenal sebagai seni tertulis yang isinya merupakan ungkapan pikiran, perasaan, mengandung pesan, dan bahasanya indah. Pelajari lebih lanjut Pelajari lebih lanjut di Google News
Jawabannya adalah A. Acara berbalas pantun di televisi ternyata peminatnya sangat banyak. Yuk, simak penjelasannya! Latar belakang adalah penjelasan singkat mengenai topik atau objek penelitian, serta penjabaran alasan topik yang dipilih penting untuk dibahas. Pada dasarnya latar belakang akan selalu berkesinambungan dengan tema atau judul. Seperti tema di atas tentang kaidah penulisan pantun, latar belakang yang berkesinambungan sepeti kaidah-kaidah penulisan pantun itu sendiri, remaja yang suka berpantun dan sebagainya. Nah, sehingga yang tidak tepat menjadi latar belakang tema di atas adalah acara berbalas pantun di televisi ternyata peminatnya sangat banyak. Kalimat ini tidak menggambarkan kaidah atau remaja yang berpantun.
ArticlePDF AvailableAbstractRendahnya minat remaja pada pantun membuat pantun menjadi kurang populer di kalangan remaja saat ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penulisan pantun kepada remaja di wilayah Keraton Kadriah Pontianak. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu workshop yang dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan, dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang ada. Tahap kedua, yaitu pelaksanaan program pelatihan dan pendampingan menulis pantun dan tahap ketiga yaitu evaluasi. Tahap evaluasi ini dilakukan untuk melihat ketercapaian target luaran pengabdian. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan apresiasi karya sastra. Hal ini ditunjukkan dengan antusias siswa dalam menulis pantun budaya Melayu. Hasil akhir dari kegiatan pelatihan dan pendampingan ini menghasilkan buku kumpulan pantun yang merupakan kekayaan budaya. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. GERVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6, No. 2, Agustus 2022 ISSN 2598-6147 Cetak ISSN 2598-6155 Online 281 PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENULISAN PANTUN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MELAYU Fitri Wulansari1, Netti Yuniarti2, Try Hariadi3, Elva Sulastriana4, Muhammad Lahir5, Indriyana Uli6, Lizawati7, Sri Kusnita8, Herlina9 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Pontianak, Jalan Ampera No. 88 Pontianak 1e-mail fiwusa84 Abstrak Rendahnya minat remaja pada pantun membuat pantun menjadi kurang populer di kalangan remaja saat ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penulisan pantun kepada remaja di wilayah Keraton Kadriah Pontianak. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu workshop yang dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan, dilakukan dengan cara menganalisis permasalahan yang ada. Tahap kedua, yaitu pelaksanaan program pelatihan dan pendampingan menulis pantun dan tahap ketiga yaitu evaluasi. Tahap evaluasi ini dilakukan untuk melihat ketercapaian target luaran pengabdian. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan apresiasi karya sastra. Hal ini ditunjukkan dengan antusias siswa dalam menulis pantun budaya Melayu. Hasil akhir dari kegiatan pelatihan dan pendampingan ini menghasilkan buku kumpulan pantun yang merupakan kekayaan budaya. Kata Kunci menulis, pantun, budaya, pelestarian, sastra Abstract The low interest of teenagers in rhymes makes rhymes less popular among teenagers today. This service activity aims to provide training and assistance in writing rhymes by participants in the Pontianak Kadriah Palace area. The implementation method in this service activity is a workshop which is carried out in three stages. The first stage is preparation, carried out by analyzing the existing problems. The second stage is the implementation of the training program and mentoring in writing poetry and the third stage is evaluation. This evaluation stage is carried out to see the achievement of the service output target. This service activity results in an appreciation of literary works. This is shown by the enthusiasm of students in writing Malay cultural rhymes. The end result of this training and mentoring activity resulted in a collection of pantun books which are cultural treasures. Keywords writing, poetry, culture, preservation, literature PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan potensi sosialnya dan kebudayaan yang sangat beragam. Kebudayaan merupakan keseluruhan susunan pikiran, kegiatan, dan manifestasi manusia berkenaan dengan kehidupan daerah setempat yang dijadikan manusia melalui sistem pembelajaran Haninda, 2020. Budaya mengandung makna yang dimanfaatkan sebagai karakter. Salah satu jenis GERVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6, No. 2, Agustus 2022 ISSN 2598-6147 Cetak ISSN 2598-6155 Online 282 budaya yang terdapat di Indonesia adalah budaya Melayu. Kebudayaan Melayu sendiri memiliki salah satu budaya sastra. Sastra adalah salah satu mahakarya yang menggarisbawahi imajinasi inventif, terutama dalam perspektif gaya dan kreatif. Hakikat sebuah karya ilmiah umumnya ditentukan oleh kemampuan merangkai kata-kata atau keahlian bahasa sebagai kata-kata indah dari pernyataan jiwa penulisnya. Sebuah karya sastra yang mengandung nilai estetik dapat membuat para ahli keilmuwan lebih energik dan meneliti lebih jauh. Selain itu, pencipta juga dapat memperkenalkannya dengan gaya bahasa yang baru dan menarik. Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa di Indonesia. Taslim 2007 mengungkapkan bahwa kesopanan bahasa dan ketertiban berkomunikasi menjadi poin penting dalam konteks budaya tradisional berupa pantun. Kebudayaan Melayu memang sering disebut sebagai asal muasal pantun dan pusat pengembangan puisi lama. Penyebarannya mengikuti dinamika perdagangan di sepanjang abad ke-14 hingga abad ke-17 di semenanjung Malaka, bahkan meluas hampir meliputi seluruh wilayah nusantara yang kala itu menggunakan bahasa Melayu Haninda, 2020. Pantun merupakan karangan terikat pada aturan persajakan di mana pantun memiliki kekhasan tertentu Man, 2013. Pantun terdiri dari sampiran dan isi. Sampiran berperan sebagai pembayang bagi maksud yang ingin disampaikan, sedangkan isi berperan sebagai makna atau gagasan yang ingin dinyatakan. Biasanya pantun terdiri dari empat baris ketika disusun, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, sajak menjelang akhir dengan desain a-b-a-b dan a-a-a-a. Dua baris awal sebagai sampiran dan dua baris terakhir sebagai isi. Sebagaimana ditunjukkan oleh Maulina 2012 kemampuan sampiran sebagian besar adalah untuk menyiapkan ritme dan irama agar lebih mudah bagi pendengar untuk memahami isi pantun. Sebagaimana ditunjukkan oleh Andriani 2012 pantun adalah jenis syair yang paling dikenal luas dalam tulisan Melayu. Menurut jenisnya, pantun dikategorikan sebagai warisan budaya tak benda atau Intengible Cultural Heritage karena bentuk tradisinya yang berupa lisan Haninda 2020. Nilai strategi dalam budaya pantun, Tenas Efendy selaku sastrawan Melayu Riau menyatakan bahwasanya, pantun menunjukkan nilai luhur, GERVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6, No. 2, Agustus 2022 ISSN 2598-6147 Cetak ISSN 2598-6155 Online 283 agama dan sosial yang dianut masyarakat Adriani, 2012. Pantun begitu mencirikan nilai-nilai kesantunan dan kearifan, yang menegaskan budaya Nasional Indonesia yang sangat ramah dan terbuka. Nilai-nilai yang terdapat di dalam pantun sangat menggambarkan ciri khas masyarakat Indonesia yang memegang teguh sifat-sifat luhur. Pantun turut memberikan kontribusi terhadap kelembutan bahasa Nasional yakni Bahasa Indonesia dalam praktik pemakaiannya. Keistimewaan dalam pantun juga turut menyumbangkan nilai-nilainya terhadap perkembangan sastra di dunia. Tanpa disadari, pantun telah menembus batasan-batasan lokalitas dengan banyaknya peneliti di dunia yang tertarik dan terinspirasi terhadap pantun. Keberadaan pantun sebagai warisan budaya memberi sumbangan pemikiran terhadap masyarakat internasional mengenai pemahaman pentingnya hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, maupun antara manusia dengan alam semesta. Pantun merupakan kepribadian diri dalam keberadaan kelompok masyarakat Melayu, meliputi gagasan renungan dan perasaan, cara pandang terhadap kehidupan dan keyakinan, serta adat istiadat Arman, 2014. Pantun dalam masyarakat Melayu juga mengandung kelebihan berupa nasehat dan petuah yang kental dan runcing dengan bahasa dan kondisi yang sangat baik dengan kepentingan dan citra Akmal, 2015. Pantun tidak dapat dibedakan dengan budaya Melayu, mengingat pantun merupakan salah satu adat istiadat yang masih dilindungi dan dimanfaatkan dalam masyarakat Melayu. Hal ini sangat mirip dengan kelompok masyarakat Melayu Pontianak. Pelatihan dan pendampingan menulis pantun ini dilakukan di kawasan Keraton Kadariah Pontianak yang beralamatkan di Jalan Tanjung Raya 1, Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Pantun tidak terlalu dikenal di kalangan masyarakat, khususnya para pemuda Melayu Pontianak. Rendahnya minat terhadap berpantun menjadi faktor utama remaja tidak terlibat di dalamnya untuk menghasilkan suatu pantun. Padahal hampir semua acara dan kegiatan umumnya selalu disisipi pantun, seperti acara pertunangan, pernikahan, keagamaan, dan lain-lain. Hal ini sejalan dengan pendapat Andriani 2012 menyatakan bahwa pantun digunakan untuk melengkapi pembicaraan yang biasanya dipakai oleh pemuka adat GERVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6, No. 2, Agustus 2022 ISSN 2598-6147 Cetak ISSN 2598-6155 Online 284 dan tokoh masyarakat dalam pidato, upacara adat, pementasan budaya dan kegiatan sehari hari lainnya. Hal inilah yang mendasari tim pengabdian melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembinaan kepada masyarakat Melayu khsusnya remaja terhadap pelatihan dan pembinaan menulis pantun. Pelatihan dan pendampingan menulis pantun menekankan pada kapasitas untuk menumbuhkan pengetahuan bahasa lokal budaya Melayu itu sendiri. Tak hanya itu, pelatihan dan pembinaan menulis pantun ini diandalkan untuk bisa memunculkan potensi inovatif yang membutuhkan konsep sederhana dalam bentuk tulisan. Demikian pula, pengembangan karakter dan kepribadian masyarakat Melayu juga diharapkan muncul melalui pelatihan dan pembinaan dalam menulis pantun ini. Perlu adanya pelatihan dan pendampingan yang intensif agar pantun yang dihasilkan dapat lebih maksimal dan bermanfaat. METODE Pelaksanaan program pengabdian pada masyarakat dilaksanakan di wilayah Keraton Kadriah Pontianak yang terletak di Jalan Tanjung Raya 1, Dalam Bugis, Kawasan Pontianak Timur. Tim pelaksana dari kegiatan ini adalah para tenaga pengajar dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak yang berjumlah 4 orang dan 15 orang peserta pemuda Melayu Pontianak. Kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan investigasi terhadap permasalahan yang ditemukan di lapangan. Pengkajian masalah tersebut diangkat melalui persepsi dari hasil berdiskusi langsung dengan para remaja di sekitar ruang kediaman Kerajaan Kadariah Pontianak. Korespondensi langsung melalui pertemuan untuk memutuskan pentingnya masalah dan pengaturan yang akan diberikan kepada kaum muda di Kawasan Keraton Kadariah. Pada tahap pelaksanaan program dilakukan kegiatan yaitu 1 dasar pelaksanaan latihan dimulai dengan selesainya administrasi untuk mempersiapkan anggota dan bimbingan termasuk pendaftaran anggota yang akan berpartisipasi dalam persiapan; 2 memberikan materi pemahaman tentang pantun dari narasumber kepada anggota; 3 bantuan penulisan sajak virtual untuk GERVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6, No. 2, Agustus 2022 ISSN 2598-6147 Cetak ISSN 2598-6155 Online 285 anggota; 4 latihan rekreasi membuat pantun dengan mata pelajaran yang berbeda untuk setiap anggota; dan 5 mendistribusikan berbagai pantun dari anggota. Tahap evaluasi dilakukan pada akhir kegiatan yang bertujuan untuk melihat interaksi pelaksanaan, pengaturan yang diberikan, hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan, dan pencapaian target hasil pengabdian kepada masyarakat. Instrumen yang digunakan saat proses evaluasi yaitu pedoman wawancara. Pada tahap evaluasi juga diyakini akan ada manfaat bagi kelompok pelaksana, daerah setempat, dan khususnya remaja di wilayah kediaman Keraton Kadariah Pontianak. Hasil dari pelatihan dan pengabdian ini menghasilkan buku kumpulan pantun yang merupakan kekayaan budaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Kegiatan Kegiatan persiapan dilakukan dengan meminta izin mengadakan kegiatan pengabdian di Keraton Kadariah Pontianak. Melakukan investigasi awal dengan mewawancarai remaja apakah mereka menyukai pantun atau tidak, apakah mereka tahu mengenai pantun dan bagaimana cara pembuatan pantun. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sebaian besar remaja tidak banyak tahu mengenai pantun. Padahal di wilayah Keraton Kadriah Pontianak wajib mengenai pantun karena di daerah tersebut masih menggunakan pantun dalam kegiatan seperti perkawinan, Maulud Nabi, penyambutan tamu dan kegiatan lainnya, sehingga penting bagi kaum remaja untuk mempelajari mengenai pantun budaya Melayu ini. Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan menulis pantun dilakukan secara tatap muka yang dihadiri oleh 15 peserta remaja di kawasan Keraton Kadriyah Pontianak. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh narasumber terkait pantun khususnya pantun Melayu Pontianak Gambar 1. Penyampaian materi ini juga dilengkapi dengan pemberian contoh dalam membuat pantun dan bagaimana membacakan pantun. Narsumber membimbing peserta pada tujuan dan topik diskusi, dengan cara merumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal pelatihan, memperjelas konsep pantun untuk menghindari kesalahpahaman dalam GERVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6, No. 2, Agustus 2022 ISSN 2598-6147 Cetak ISSN 2598-6155 Online 286 memahami pantun, memberikan kesempatan peserta untuk berpartisipasi, dilakukan dengan cara memancing pertanyaan peserta yang enggan berpartipasi, memberikan kesempatan siswa yang belum bertanya atau hanya diam dan memberikan berbagai contoh pantun yang dapat manarik perhatian peserta sehingga peserta dapat memahami materi yang telah disampaikan. Gambar 1 Penyampaian Materi Pantun oleh Narasumber Kegiatan selanjutnya pelatihan dan pembimbingan peserta dalam membuat pantun. Pada pelatihan dan pendampingan penulisan pantun, tutor membimbing peserta untuk dapat memahami konsep pantun dan jenis-jenis pantun, melibatkan peserta untuk berpikir kreatif dalam membuat pantun Gambar 2. Gambar 2 Pembimbingan Penulisan Pantun Penulisan pantun yang dibuat peserta yaitu pantun dengan menyajikan dan mengisahkan tentang kebudayaan Melayu, berbagai icon kota Pontianak, kuliner, tempat wisata, Sungai Kapuas, cerita Melayu Pontianak, Tugu Khatulistiwa dan sebagainya. Pada saat kegiatan dilaksanakan terlihat bahwa antusias peserta selama pelatihan dan pendampingan penulisan pantun sangat tinggi dan GERVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6, No. 2, Agustus 2022 ISSN 2598-6147 Cetak ISSN 2598-6155 Online 287 bersemangat dalam menyajikan tulisannya dengan menggunakan gaya bahasa yang unik dan menarik. Evaluasi Kegiatan Evaluasi dilakukan dengan tujuan untuk melihat ketercapaian target luaran kegiatan, proses pelaksanaan dan hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan serta solusi yang dilakukan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan diketahui bahwa seluruh peserta telah mampu membuat pantun Gambar 3. Remaja dapat lebih mengetahui sastra lisan dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pantun yang benar. Pelatihan dan pendampingan menulis pantun memunculkan potensi kreatif yang terdapat pada diri remaja dalam bentuk tulisan serta pembentukan kepribadian maupun karakter budaya masyarakat Melayu, pantun sebagai identitas budaya Melayu Adriani, 2012. Hasil karya pantun semua peserta kemudian dijadikan dalam sebuah buku sastra pantun. Gambar 3 Contoh Hasil Pantun Remaja Melayu Namun berdasarkan hasil karya pantun peserta, terlihat dalam pemilihan kosakata maupun gaya bahasa antara penulisan sampiran dan isi dalam menulis sebuah pantun belum maksimal. Selain itu, terdapat hasil pantun yang tidak sesuai dengan tema yang disepakati. Hal ini dikarenakan kebanyakan remaja terdiri dari remaja pondok pesantren dan keterbatasannya waktu yang disediakan untuk pelatihan dan pendampingan. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pengabdian lanjutan yang dapat mengembangkan kreativitas masyarakat Melayu dalam membuat pantun sehingga dapat melestarikan budaya Melayu Pontianak. SIMPULAN Pelatihan dan pendampingan penulisan pantun sebagai upaya pelestarian budaya Melayu di wilayah Keraton Kadriah Pontianak dapat dilaksanakan sesuai GERVASI Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6, No. 2, Agustus 2022 ISSN 2598-6147 Cetak ISSN 2598-6155 Online 288 dengan yang direncanakan sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah disusun sebelumnya dan pelaksanaan tersebut berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dari setelah diberikan pelatihan dan pendampingan menulis pantun kepada peserta, mereka akhirnya memiliki semangat yang tinggi menulis pantun sejak dini sebagai wujud pemertahanan cinta dengan warisan budaya yang dimiliki. Peserta mengembangkan kecerdasan bahasa lokal dalam budaya Melayu, peserta memunculkan potensi kreatif yang ada pada dirinya dalam bentuk tulisan berkarakter budaya Melayu. Hasil karya sastra ataupun pantun yang telah dikumpulkan dari pelatihan dan pendampingan ini menghasilkan buku kumpulan pantun yang merupakan kekayaan budaya. Kendala-kendala yang muncul pada proses pelatihan dan pendampingan penulisan pantun di wilayah Keraton Kadriah Pontianak yaitu belum maksimalnya dalam pemilihan kosakata maupun gaya bahasa antara penulisan bagian sampiran dan bagian isi dalam sebuah pantun, hal ini juga disebabkan keterbatasan waktu dalam pelaksanaan kegiatan hingga penyampaian materi terhitung singkat. DAFTAR PUSTAKA Adriani, T. 2012. Pantun dalam kehidupan Melayu pendekatan historisdan antropologis. Jurnal Sosial Budaya, 92, 195-211. Akmal. 2015. Kebudayaan Melayu riau pantun, syair, dan gurindam. Jurnal Risalah, 264, 159-165. Arman, D. 2014. Pantun sebagai identitas diri orang Melayu. Indonesia Platform Kebudayaan, Kemendikbud. Haninda, F. 2020. Upaya indonesia terhadap unesco dalam menjadikan pantun sebagai warisan budaya dunia. JOM FISIP. 72, 1-12. Man, S. H. C. 2013. Kelestarian pantun rencah dan leluhur bangsa dulu, kini dan selamanya. International Journal of the Malay World and Civilisation Iman, 11, 75-81. Maulina, D. E. 2012. Keanekaragaman pantun di indonesia. Semantik, STKIP Siliwangi Jurnal, 11, 107-121. Taslim, N. 2007. Pantun dan pembudayaan bangsa. Dewan Sastera. Ogos 81-84. Pangesti, M. D. 2014. Buku pintar pantun; pribahasa indonesia. Jakarta Pustaka Nusantara Indonesia. Sung, C. M., & bin Hussein, M. Z. 2020. Fungsi pantun Melayu tradisional dilihat dari perspektif budaya dan alam pemikiran masyarakat Melayu. Puitika, 161, 1-28. ... Slide presentasi diawali dengan pengantar terkait dengan pantun sebagai sastra lisan. Disampaikan bahwa pantun merupakan warisan budaya yang dapat Koordinasi dengan mitra Identifikasi kebutuhan Persiapan materi Pelaksanaan kegiatan Evaluasi kegiatan digunakan sebagai instrument panduan moral yang menekankan keseimbangan dan harmoni hubungan antar manusia Susanti & Darmansyah, 2022;Wardana & Abdul Wachid, 2021;Wulansari et al., 2022. Hal ini yang menjadi awal topik diskusi yang dilakukan. ...Audi YundayaniAgus SulaemanFrimadhona SyafriFiki AlghadariKajian sastra lisan Indonesia, seperti pantun, memiliki daya tarik bagi mahasiswa asing pembelajar bahasa Indonesia. Pantun merupakan karya sastra yang terikat dengan aturan yang diucapkan oleh masyarakat tempo dulu secara lisan, berkembang menjadi bagian dari cara berkomunikasi, serta industri hiburan. Hal ini yang menjadi dasar munculnya kegiatan diskusi terkait perkembangan pantun Indonesia sebagai salah satu pilihan dalam fokus penelitian. Tujuan kegiatannya untuk menyajikan pilihan-pilihan topik penelitian terkait dengan pantun sebagai bagian dari sastra lisan kepada mahasiswa pascasarjana, program studi bahasa dan penerjemahan, konsentrasi sastra Indonesia di sebuah perguruan tinggi asing di Korea Selatan. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman mahasiswa tentang potensi pantun Indonesia sebagai sebuah topik penelitian. Yang juga menarik adalah mereka menyadari bahwa pantun berevolusi dan tidak lagi dilihat hanya menjadi bagian dari sastra lisan saja tetapi beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Hal ini yang kemudian ditunjukkan dengan digunakannya pantun di berbagai acara menyesuaikan dengan tujuan, situasi, serta kondisi. Temuan ini juga yang akhirnya dibandingkan dengan perkembangan sastra lisan di Korea yang peserta tampilkan. Dengan sikap yang baik, peserta aktif terlibat dalam diskusi yang menarik. Kegiatan diskusi ini perlu dilanjutkan dalam beragam bentuk apakah kuliah tamu atau diskusi kelompok terarah sehingga meluaskan informasi perkembangan sastra Indonesia pada Min SungMat Zaid Bin HusseinPantun is a group of rhymed verses that support the beauty and finesse, which embody a strong and influential idea. Traditional Malay pantun works in almost every activity of the life of the Malay community, including expressing the values and culture of a tradition, questions of love and affection, concepts of humour as well as religious values. It also serves to convey the ideas and thoughts of its speakers and reflect the lives of its creator. In the creation of Malay pantun, all the experiences, views and philosophies of life conveyed in it use the nature background as a hint or meaning. The use of such elements reflects the intimate and bonded connection of the Malay community with the elements of nature around them. The creation of pantun often uses words related to the elements of nature that are present in the environment of the Malay community, especially in the form of symbolism or those imagining a variety of symbolic images that can exemplify the aesthetic value besides the meaning and profound message. The privileges and strengths of the Malay pantun can be seen in the use of certain symbols chosen based on the perception and worldview of the life of the Malay community and on the semantic relationship between hint and meaning. Keywords Malay pantun, Malay community, function of pantun, nature backgroundPantun dalam kehidupan Melayu pendekatan historisdan antropologisT AdrianiAdriani, T. 2012. Pantun dalam kehidupan Melayu pendekatan historisdan antropologis. Jurnal Sosial Budaya, 92, Melayu riau pantun, syair, dan gurindamAkmalAkmal. 2015. Kebudayaan Melayu riau pantun, syair, dan gurindam. Jurnal Risalah, 264, indonesia terhadap unesco dalam menjadikan pantun sebagai warisan budaya duniaF HanindaHaninda, F. 2020. Upaya indonesia terhadap unesco dalam menjadikan pantun sebagai warisan budaya dunia. JOM FISIP. 72, pantun rencah dan leluhur bangsa dulu, kini dan selamanyaS H C ManMan, S. H. C. 2013. Kelestarian pantun rencah dan leluhur bangsa dulu, kini dan selamanya. International Journal of the Malay World and Civilisation Iman, 11, pantun di indonesia. SemantikD E MaulinaMaulina, D. E. 2012. Keanekaragaman pantun di indonesia. Semantik, STKIP Siliwangi Jurnal, 11, dan pembudayaan bangsa. Dewan SasteraN TaslimTaslim, N. 2007. Pantun dan pembudayaan bangsa. Dewan Sastera. Ogos pintar pantun; pribahasa indonesiaM D PangestiPangesti, M. D. 2014. Buku pintar pantun; pribahasa indonesia. Jakarta Pustaka Nusantara Indonesia.
kaidah penulisan pantun sebagai puisi lama di kalangan para remaja